BENGKULU — Perpanjangan kontrak ini menjadi bukti nyata komitmen F1 terhadap pasar Amerika Serikat. Balapan yang melintasi Strip Las Vegas ini langsung menjadi peristiwa global dalam waktu singkat.
Untuk mewujudkan balapan di Las Vegas, Formula 1 menginvestasikan dana sebesar $500 juta atau setara Rp 7,8 triliun. Uang tersebut digunakan untuk membeli sebidang tanah di pusat kota dan membangun pit building serta paddock baru.
Investasi besar ini menjadi faktor kunci yang meyakinkan pemerintah kota untuk mengizinkan balapan digelar di depan hotel-hotel kasino terkenal di sepanjang Strip.
Formula 1 menyatakan bahwa sejak 2023, Grand Prix Las Vegas telah memberikan dampak ekonomi kumulatif sebesar $3,2 miliar bagi kota tersebut. Angka ini setara dengan sekitar Rp 51 triliun.
Bahkan untuk balapan tahun 2025 saja, event ini menghasilkan pendapatan pajak sebesar $43 juta bagi Las Vegas. Angka ini kontras dengan kondisi sebelum ada F1, di mana akhir pekan sebelum Thanksgiving justru menjadi akhir pekan paling sepi dalam setahun.
Steve Hill, presiden dan CEO Las Vegas Convention and Visitors Authority, menyambut positif perpanjangan kontrak ini. Menurutnya, dalam tiga tahun saja balapan F1 telah menjadi peristiwa global yang ikonik.
"Memperpanjang kemitraan kami dengan Formula 1 untuk dekade berikutnya adalah momen besar bagi Las Vegas dan Grand Prix," ujar Hill dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa event ini menempatkan Las Vegas sebagai pusat budaya, kompetisi, dan hiburan selama pekan balapan.
Stefano Domenicali, presiden dan CEO Formula 1, menegaskan bahwa Las Vegas akan menjadi pilar utama kehadiran mereka di Amerika Serikat. "Kami selalu percaya bahwa Las Vegas akan menjadi batu penjuru kehadiran kami di Amerika Serikat," kata Domenicali.
Ia menambahkan bahwa perpanjangan kontrak ini, bersama dengan kesuksesan beberapa tahun terakhir, memperkuat komitmen jangka panjang F1 di pasar penting tersebut. Upaya untuk menggelar balapan di Las Vegas sebenarnya sudah dimulai sejak 40 tahun lalu, dengan berbagai percobaan yang gagal hingga akhirnya berhasil pada 2023.