BENGKULU — Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Bengkulu pada Senin dini hari (8/6/2026). Ratusan keluarga yang telah menanti berhari-hari langsung berpelukan dengan para jemaah yang tergabung dalam Kloter 4 Padang (PDG). Lantunan talbiyah dan selawat mengiringi momen pertemuan setelah lebih dari satu bulan berpisah.
Di antara rombongan yang tiba, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama sang istri turut hadir. Mereka disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Intihan, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, serta jajaran pejabat Pemkot Bengkulu.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah, Dedy menceritakan pengalaman berat yang dialami para jemaah. Saat tenaga medis kewalahan, ia berinisiatif mengubah kamar hotelnya menjadi tempat penyimpanan dan distribusi obat-obatan bagi jemaah yang mengalami batuk, flu, hingga kelelahan.
"Kita yang masih muda saja merasakan beratnya kondisi saat itu, apalagi para jemaah lansia. Banyak yang harus berjuang ekstra untuk menyelesaikan rangkaian ibadah," ujar Dedy.
Bersama petugas kesehatan, Dedy juga aktif mendatangi kamar-kamar jemaah, khususnya lansia, untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau selama menjalankan ibadah haji.
Menurut Dedy, salah satu titik kritis terjadi saat proses perpindahan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina. Dalam kondisi sangat padat, banyak jemaah lanjut usia harus berjuang melawan kelelahan fisik akibat antrean panjang dan keterbatasan transportasi.
Dedy mengaku bersyukur sebagian besar jemaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Namun, ia menyimpan duka mendalam atas wafatnya dua jemaah yang berasal dari Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara selama berada di Arab Saudi.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan fisik dan kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji. Dedy pun mengimbau masyarakat agar lebih serius memperhatikan aspek kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan.
Kepulangan Kloter 4 Padang ini menjadi gelombang pertama jemaah haji Bengkulu yang tiba di tanah air. Pemerintah daerah bersama Kemenag terus memantau kondisi jemaah yang masih dalam proses pemulangan secara bertahap.