REJANG LEBONG — Keberhasilan pendidikan di pesantren tidak semata diukur dari kemampuan akademik atau hafalan kitab. Menurut Saefudin, indikator utama justru terletak pada pembentukan pribadi santri yang berintegritas, disiplin, dan memiliki akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Pondok pesantren itu merupakan penjaga, fondasi, benteng moral, dan akhlak generasi bangsa,” tegasnya di hadapan para santri dan pengurus Ponpes Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
Saefudin menambahkan, selain membangun karakter, pesantren juga berfungsi menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin. Di tengah derasnya arus informasi global, lembaga pendidikan berbasis pondok ini dinilai mampu menyaring nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ponpes Darul Ma’arif Kabupaten Rejang Lebong. Pesantren dinilai berhasil mencetak generasi yang memiliki pemahaman keagamaan baik, berakhlak mulia, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Saya mendukung penuh upaya pengembangan pondok pesantren yang berbasis NU ini supaya lebih maju lagi. Kami akan dukung agar pesantren semakin maju, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta berakhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Rejang Lebong Rahman Umar berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan agar mereka tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama di pesantren.
“Kami harapkan para santri dapat menjadi generasi yang membanggakan orang tua, agama, bangsa, dan negara. Ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren hendaknya terus diamalkan dan dikembangkan, kemudian menjaga hafalan, akhlak, serta semangat belajar sepanjang hayat,” pungkas Rahman Umar.
Prosesi wisuda angkatan ketiga ini menjadi momentum penguatan peran pesantren di Kabupaten Rejang Lebong. Lembaga pendidikan ini terus berupaya melahirkan kader-kader bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.