BENGKULU TENGAH — Rakit bambu masih menjadi satu-satunya alat transportasi warga Desa Kembang Seri untuk menyeberangi sungai menuju lahan perkebunan. Akses itu digunakan untuk mengangkut hasil panen dari sekitar 100 hektare kebun sawit dan 100 hektare kebun karet milik warga.
Jalur alternatif melalui Desa Taba Pasmah yang berjarak sekitar 6 kilometer kerap tak bisa dilalui saat musim hujan. Kondisi itu membuat warga bertahun-tahun bergantung pada rakit bambu yang membatasi kapasitas angkut hasil bumi.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menegaskan kesiapan pemerintah daerah menindaklanjuti kebutuhan warga. Ia meminta perangkat desa dan kecamatan segera mengajukan usulan secara resmi.
"Silakan camatnya nanti membuat usulan ke kita. Jadi usulan lewat kepala desa, lewat camat, segera disampaikan," kata Rachmat saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/6/2026).
Pemkab Bengkulu Tengah akan mengusulkan pembangunan jembatan gantung melalui program Jembatan Merah Putih yang pelaksanaannya dilakukan oleh TNI. Rachmat memastikan akan segera menyurati jajaran TNI untuk menyampaikan usulan warga Desa Kembang Seri.
"Saya akan bersurat dengan TNI, karena hari ini ada program pembangunan Jembatan Merah Putih yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh kawan-kawan TNI," ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Bengkulu Tengah telah mengusulkan sejumlah jembatan melalui program serupa. Di antaranya Jembatan Pendamping yang kini dalam tahap persiapan, serta jembatan di Desa Genting yang masih berproses di pemerintah pusat.
"Yang Pendamping sekarang sedang dipersiapkan, yang Genting sedang diusulkan ke pusat. Kita sama-sama berdoa," kata Rachmat.
Bupati menegaskan, begitu usulan dari Desa Kembang Seri diterima secara resmi, pihaknya akan segera menindaklanjuti ke instansi terkait. Surat resmi akan ditujukan ke komando kewilayahan TNI.
"Kita akan segera mengusulkan dan menindaklanjuti untuk menyampaikan kepada pihak TNI. Kita akan bersurat resmi kepada Pak Dandrem, nanti tembusannya juga disampaikan kepada Pak Dandim dan lain sebagainya," tegasnya.