BENGKULU TENGAH — Sebanyak 124 petugas lapangan resmi diterjunkan untuk mendata pelaku usaha di Kabupaten Bengkulu Tengah dalam rangka Sensus Ekonomi (SE) 2026. Apel siaga yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin (15/6/2026), menjadi pijakan awal proses pendataan yang akan berlangsung secara serentak.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, bersama Kepala BPS setempat, Cornelius, menyematkan tanda pengenal secara simbolis kepada perwakilan petugas. Atribut itu menandai dimulainya tugas mereka sebagai ujung tombak pengumpul data ekonomi di lapangan.
Dalam sambutannya, Rachmat Riyanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar agenda pengumpulan data nasional. Hasil pendataan akan menjadi fondasi bagi pemerintah daerah untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi ke depan.
"Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi usaha, melihat perkembangan sektor ekonomi, sekaligus mengevaluasi efektivitas program yang telah dilaksanakan," ujar Rachmat Riyanto.
Ia menambahkan, data mutakhir sangat dibutuhkan di tengah dinamika dunia usaha yang terus berubah. Informasi dari sensus akan digunakan untuk merancang program pemberdayaan ekonomi, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Bupati memberikan motivasi khusus kepada 124 petugas yang akan turun langsung ke rumah-rumah warga dan tempat usaha. Ia mengingatkan agar setiap petugas menjaga integritas, disiplin, dan ketelitian selama proses pendataan.
"Keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, junjung tinggi etika, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pesannya.
Menurut Rachmat, pendekatan yang humanis dan komunikatif harus dikedepankan. Kepercayaan masyarakat terhadap petugas menjadi faktor kunci untuk memperoleh data yang valid dan sesuai kondisi sebenarnya.
Apel siaga tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Tomi Marisi, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen lintas sektor dalam menyukseskan agenda nasional ini.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah optimistis hasil pendataan mampu memberikan gambaran nyata kondisi ekonomi daerah. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Tengah di masa mendatang.