Pemprov Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Anti-TPPO di Seluma, Warga Diminta Waspadai Tawaran Kerja Ilegal ke Luar Negeri

Penulis: Hendrizal Satria  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 21:14:01 WIB
Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu memimpin sosialisasi anti-TPPO di Kecamatan Talo, Seluma.

SELUMA — Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, mengatakan pihaknya mengubah strategi dengan turun langsung ke kecamatan, bukan lagi mengundang perwakilan ke kantor provinsi. Kabupaten Seluma menjadi prioritas karena tingginya minat warga setempat untuk bekerja di luar daerah maupun luar negeri.

Mengapa Kecamatan Talo Jadi Sasaran?

Menurut Gusti, data pemerintah menunjukkan Seluma sebagai daerah dengan potensi tinggi terjadinya praktik perdagangan orang. Kecamatan Talo dipilih sebagai lokasi pertama sosialiasi karena banyak warganya yang tergiur bekerja ke luar negeri setelah mendengar cerita sukses dari para pekerja migran.

“Informasi dari pekerja yang sudah di luar negeri kerap memengaruhi warga lain yang masih mencari pekerjaan. Kami ingin masyarakat menempuh proses legal agar pemerintah bisa memberikan perlindungan yang jelas,” ujarnya.

Narasumber dari Polisi hingga Psikolog

Untuk memperkuat pemahaman peserta, DP3AP2KB menghadirkan narasumber dari tiga unsur: Panit Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu Ipda Dedi Febriyanto, psikolog klinis Wendri Surya Pratama, serta Direktur Yayasan PUPA Susi Handayani. Materi yang disampaikan mencakup modus rekrutmen ilegal, dampak psikologis korban, dan jalur hukum bagi pelaku.

Camat Talo, Agus Darmawan, berharap peserta tidak hanya hadir, tetapi juga menyebarkan informasi ke desa masing-masing. “Simak dengan baik, kemudian bawa dan sampaikan kembali kepada masyarakat sehingga tujuan kegiatan ini benar-benar terlaksana di lapangan,” katanya.

Partisipasi Warga Jadi Kunci

Gusti menekankan bahwa pencegahan TPPO tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat diminta menjadi garda terdepan dengan melaporkan setiap tawaran kerja mencurigakan yang beredar di lingkungan sekitar.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya urusan pemerintah. Jika masyarakat ikut berpartisipasi, tujuan ini akan lebih cepat tercapai,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri Camat Ilir Talo, unsur Koramil, serta puluhan perwakilan desa. DP3AP2KB berencana memperluas sosialiasi ke kecamatan lain di Seluma dalam waktu dekat.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: beritamerdekaonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top