Pencarian

Korban Arisan Bodong di Bengkulu Tembus 90 Orang, Polisi Jemput Paksa Terlapor NC yang Mangkir Dua Kali

Jumat, 19 Juni 2026 • 19:44:31 WIB
Korban Arisan Bodong di Bengkulu Tembus 90 Orang, Polisi Jemput Paksa Terlapor NC yang Mangkir Dua Kali
Polisi Polda Bengkulu jemput paksa terlapor NC yang mangkir dua kali dalam kasus arisan bodong.

BENGKULU — Kasus investasi bodong berkedok arisan yang digawangi oleh seorang perempuan berinisial NC di Bengkulu terus meluas. Polda Bengkulu mencatat jumlah korban yang melapor kini mencapai 90 orang, melonjak dari 83 orang pada Kamis (18/6/2026). Kerugian material yang diderita warga ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Miza Yanti, menyatakan pihaknya masih membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan. “Untuk para korban yang merasa dirugikan dari terlapor NC, bisa datang langsung ke Polda dan menyampaikan aduan mereka,” ujarnya di depan gedung Ditreskrimsus, Jumat (19/6/2026).

Terlapor Dua Kali Mangkir, Suami Diperiksa

Penyidik telah melayangkan surat panggilan pertama kepada NC pada Kamis (18/6/2026). Namun, tanpa keterangan yang jelas, perempuan itu tidak hadir. Polisi pun telah berkoordinasi dengan pengacara NC, tetapi tidak mendapat penjelasan soal ketidakhadiran kliennya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengacaranya, tetapi tidak dapat memberikan keterangan jelas ketidakhadiran terlapor. Senin atau Selasa depan kami jadwalkan lagi, kami berharap dia (terlapor NC) bisa kooperatif,” kata Kompol Miza.

Di tengah mangkirnya NC, suami terlapor justru memenuhi panggilan penyidik. Ia menjalani pemeriksaan di ruang Fismondev Ditreskrimsus Polda Bengkulu pada hari yang sama. Belum diketahui apakah suami NC turut terlibat dalam skema investasi bodong tersebut.

Dua Skema Arisan yang Menjerat Ratusan Warga

Berdasarkan pendataan sementara penyidik, NC menawarkan dua jenis skema investasi kepada para korbannya. Modus yang digunakan adalah bujuk rayu dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Para korban yang mayoritas ibu rumah tangga dan pegawai swasta itu tergiur hingga akhirnya merugi total.

Polisi mengimbau masyarakat yang masih belum melapor untuk segera datang ke Mapolda Bengkulu. “Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kemungkinan jumlah korban masih akan terus bertambah,” tutup Kompol Miza.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks