BENGKULU — Universitas Bengkulu (Unib) tidak hanya menyiapkan ruang dan komputer bagi 2.015 peserta UTBK SMMPTN Barat 2026. Panitia lokal juga membekali para pengawas dengan pengetahuan tentang pola-pola kecurangan yang kerap terjadi dalam ujian berbasis komputer.
"Para pengawas telah dibekali pemahaman mengenai berbagai modus kecurangan yang mungkin terjadi selama ujian, termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran," kata Juru Bicara Panitia Lokal SMMPTN Barat Unib, Iqbal Rahmat Gani, di Bengkulu, Rabu.
Panitia menyebar peserta ke lima lokasi di lingkungan kampus: Laboratorium TIK, UPA TIK, Gedung Perpustakaan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta Laboratorium Sistem Informasi Fakultas Teknik. Setiap ruang diisi 20 hingga 40 orang sesuai kapasitas dan standar UTBK.
Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dosen dan tenaga kependidikan yang ditunjuk sebagai penanggung jawab lokasi (PJL) dan pengawas ruang. Pimpinan universitas bersama pengawas eksternal juga turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi selama ujian berlangsung.
"Pak rektor bersama para wakil rektor, dekan, dan pimpinan lainnya akan melakukan monitoring langsung ke lokasi pelaksanaan UTBK untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan," ujar Iqbal.
Jumlah peserta tahun ini tercatat 2.015 orang, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.170 peserta. Ujian dibagi dalam enam sesi selama tiga hari: hari pertama 820 peserta, hari kedua 640 peserta, dan hari ketiga 555 peserta.
Setiap peserta menempati komputer dan tempat duduk yang telah ditentukan panitia. Langkah ini untuk memastikan tidak ada peserta yang bertukar tempat atau menggunakan perangkat lain selama ujian.
Iqbal menambahkan, hasil seleksi SMMPTN Barat 2026 akan diumumkan pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pengumuman bisa diakses melalui laman resmi panitia dan laman perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat.
Dengan pengawasan ketat ini, Unib berharap proses seleksi berlangsung jujur, transparan, dan berintegritas. Tidak ada celah bagi peserta yang mencoba mencari jalan pintas.