Perusahaan penjual mobil online asal AS, Carvana, resmi meluncurkan pusat test drive pertamanya di Dallas, Texas, pekan ini. Bedanya, tempat ini bukan showroom biasa: Carvana mengubah gedung dealer mobil bekas menjadi ruang eksplorasi yang didesain ulang total. Semua transaksi tetap dilakukan secara digital melalui situs atau aplikasi — staf di lokasi hanya bertugas mendampingi, bukan menekan pengunjung untuk membeli.
Konsep yang ditawarkan Carvana memang kontras dengan dealer tradisional. Semua mobil di lahan parkir tidak dikunci dan dikelompokkan berdasarkan model sehingga pengunjung bisa membandingkan langsung antartipe. Mulai dari membuka pintu, duduk di kursi pengemudi, hingga memeriksa interior — semuanya bebas dilakukan tanpa pengawasan.
Jika ingin test drive, pengunjung cukup menekan tombol di aplikasi. Staf akan menyiapkan kendaraan duplikat dari unit yang sedang diperiksa. Setelah itu, pengunjung bisa membawa mobil berkeliling tanpa didampingi — hanya diberi rute saran dan SIM yang sudah direkam sebagai jaminan.
Ruangan pusat test drive ini juga dirancang berbeda dari showroom pada umumnya. Kursi dan tanaman hias tersebar di area tunggu, sementara sebuah kubus LED raksasa berukuran 10x10 kaki (sekitar 3x3 meter) menjadi pusat perhatian. Pengunjung bisa memindai kode QR dari ponsel untuk mengontrol layar tersebut — memutar katalog mobil, melihat spesifikasi, hingga menampilkan peta lokasi kendaraan di lahan parkir.
Meski terlihat seperti taman bermain untuk penggemar otomotif, langkah ini punya dampak bisnis yang serius. Dengan menjual mobil baru dari Stellantis (induk Chrysler, Dodge, Jeep, Ram), Carvana membuka akses ke lebih banyak unit trade-in dari konsumen — yang akan mengisi kembali stok mobil bekas mereka. Perusahaan juga mulai merambah layanan servis, perawatan, dan suku cadang yang selama ini menjadi ladang cuan utama dealer konvensional.
Carvana telah membeli sejumlah lahan dealer di berbagai negara bagian AS dan berencana memperbanyak pusat test drive serupa. Perusahaan menegaskan bahwa pengunjung yang hanya ingin "bersenang-senang" mencoba mobil tanpa niat membeli tetap dipersilakan — selama tidak ada niat iseng membawa kabur kendaraan, karena data diri sudah tercatat.