HMI Rejang Lebong Ajak 80 Ormawa dan OKP dalam Tablig Akbar, Serukan Generasi Muda Tolak Provokasi

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:47:31 WIB
HMI Rejang Lebong menggelar Tablig Akbar diikuti 80 Ormawa dan OKP sebagai wujud konsolidasi generasi muda.

REJANG LEBONG — Sebanyak 80 organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Rejang Lebong mengikuti Tablig Akbar dan Doa Bersama yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rejang Lebong. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan 4 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 5 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berlangsung baru-baru ini.

Mengapa Mahasiswa Perkuat Barisan di Tengah Era Digital?

Ketua Umum HMI Cabang Rejang Lebong, Fikri Anandi, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul di masyarakat harus disikapi secara dewasa.

"Indonesia saat ini membutuhkan energi persatuan. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat," ujar Fikri.

Kewaspadaan terhadap Informasi Tak Terverifikasi

Fikri menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan narasi yang belum tentu benar. Ia meminta generasi muda lebih kritis dan selektif sebelum menyebarluaskan informasi.

"Jangan mudah terpancing oleh isu atau narasi yang belum jelas kebenarannya. Generasi muda harus mampu menjadi penyejuk dan penjaga persatuan, bukan justru ikut memperkeruh keadaan," tegasnya.

Bukan Sekadar Agenda Keagamaan, Tapi Konsolidasi Lintas Ormawa

Kegiatan tersebut, menurut Fikri, bukan sekadar agenda keagamaan. Acara ini menjadi ruang dialog dan konsolidasi lintas organisasi mahasiswa serta kepemudaan untuk menyamakan visi dalam mendukung pembangunan bangsa.

"Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat sinergi antar mahasiswa dan pemuda. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu demi kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan saling menghormati harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat itu diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Indonesia, serta harapan agar persatuan dan keharmonisan masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ke depan.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: radarinformasinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top