BENGKULU — Rekor baru yang dipegang Lionel Messi di Piala Dunia tidak semuanya manis. Di balik torehan gol terbanyak yang baru saja ia raih, pemain berusia 37 tahun itu juga mencatatkan rekor yang kurang mengenakkan: gagal penalti terbanyak dalam sejarah turnamen. Insiden tersebut terjadi pada pertandingan Argentina melawan Austria, Selasa (18/6) dini hari WIB.
Dalam laga yang sama saat Messi memastikan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, ia justru gagal mengeksekusi tendangan penalti. Bola sepakannya melambung di atas mistar gawang pada babak pertama. Kegagalan ini membuatnya melewati catatan buruk legenda sepak bola lainnya.
Statistik mencatat, Messi kini gagal mengonversi empat penalti di Piala Dunia. Jumlah itu menggeser rekor sebelumnya yang dipegang oleh pemain Belanda, Johan Cruyff. Cruyff sebelumnya memegang rekor gagal penalti terbanyak dengan tiga kali.
Meski mencatat rekor negatif, Messi tetap menjadi pusat perhatian di laga tersebut. Ia sukses mencetak dua gol lainnya lewat skema permainan terbuka. Gol-gol itu membawanya memuncaki daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Miroslav Klose.
Performa ini kembali menegaskan dualisme peran Messi di timnas: sebagai pencetak gol paling mematikan dan sekaligus eksekutor yang rentan gagal di titik putih. Dari total delapan penalti yang ia ambil di Piala Dunia, empat di antaranya berhasil menjadi gol.
Rekor ini tentu menjadi perhatian pelatih Lionel Scaloni menjelang fase gugur. Ketergantungan Argentina pada Messi sebagai algojo penalti kini dipertanyakan. Jika Messi kembali menjadi eksekutor, tekanan mental akan semakin besar mengingat catatan buruknya.
Argentina sendiri masih menyisakan satu laga penyisihan grup sebelum melangkah ke babak 16 besar. Meski rekor ini mencoreng statistik, kepercayaan publik terhadap Messi sebagai kapten dan pemimpin tim belum goyah. Publik Argentina berharap rekor negatif ini tidak terulang di momen krusial nanti.