BENGKULU — Insiden ini terjadi saat Paraguay menang 1-0 atas Turki, ketika bintang mereka, Miguel Almirón, menjadi pemain pertama yang diusir dari turnamen. Almirón mendapat kartu merah dari wasit asal El Salvador, Ivan Barton, pada masa injury time babak pertama karena melanggar aturan baru yang ketat: menutup mulut saat beradu argumen dengan pemain lawan.
Vera, yang bekerja untuk ABC Cardinal dan ABC TV, kehilangan kendali saat melihat Almirón diusir. Di depan kamera, ia menyebut Infantino dan wasit Barton sebagai “maling” dan menuduh mereka “membunuh sepak bola”.
Kemarahan itu dipicu oleh frustrasi melihat timnasnya bermain dengan 10 orang. Aturan baru FIFA memang melarang pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan atau wasit, sebuah kebijakan yang dinilai kontroversial sejak awal turnamen.
Vera kemudian menyadari kesalahannya. Lewat unggahan panjang di X (Twitter) pada Senin malam, ia meminta maaf secara terbuka. “Selama siaran pertandingan Paraguay vs Turki, saya meledak. Di tengah frustrasi atas pengusiran pemain negara saya, saya menggunakan ekspresi ofensif terhadap wasit, FIFA, dan otoritasnya,” tulisnya.
FIFA bertindak cepat. Akreditasi Vera dicabut, yang berarti ia tidak bisa lagi terlibat dalam liputan Piala Dunia, baik di dalam maupun di luar stadion. Sanksi ini mencakup semua bentuk partisipasi yang berhubungan dengan turnamen. Vera juga mengirim surat permintaan maaf resmi ke FIFA dan meminta maaf kepada sponsor yang mendukung siaran stasiun televisinya.
Dalam pernyataannya, Vera mengakui bahwa mempertanyakan aturan atau tidak setuju dengan keputusan wasit tidak pernah bisa membenarkan ledakan emosi seperti yang ia perlihatkan. “Saya gagal dalam hal mendasar: menjaga ketenangan dan rasa hormat yang dibutuhkan profesi ini,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para jurnalis dan komentator yang meliput Piala Dunia. FIFA tidak segan menjatuhkan sanksi tegas terhadap siapa pun yang dianggap merusak citra organisasi atau turnamen, terutama di momen paling sensitif seperti siaran langsung.