BENGKULU UTARA — Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, langsung mengubah mobilitas warga di dua desa. Sejak diresmikan, jembatan ini menjadi urat nadi baru yang menyambungkan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian yang sebelumnya kerap terhambat.
Peninjauan jembatan dilakukan langsung oleh Dandim 0423/BU, Letkol Czi Muhamad Jumali, bersama jajaran Pemkab Bengkulu Utara pada Rabu (24/6/2026) pagi. Mereka memastikan konstruksi jembatan aman dilintasi warga.
Sebelum jembatan ini berdiri, warga harus menempuh jalur memutar atau berisiko saat melintasi sungai untuk mengakses desa tetangga. Kini, anak-anak bisa pergi ke sekolah tanpa khawatir, sementara petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan cepat.
“Jembatan ini bukan sekadar tumpukan besi dan beton. Ini adalah urat nadi baru yang menyambungkan Desa Pagar Ruyung dan Durian Amparan. Mulai sekarang, akses sekolah, layanan kesehatan, hingga angkut hasil panen tak lagi terhambat!” tegas Letkol Jumali di hadapan warga yang hadir.
Acara peninjauan tidak hanya diisi pengecekan fisik jembatan. Suasana haru dan syukur mewarnai kegiatan yang dirangkai dengan aksi bagi-bagi sembako. Momen ini memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat setempat.
Menariknya, prosesi ini juga tersambung secara virtual melalui video conference dengan Pangdam XXI/Radin Inten. Pangdam turut memantau langsung keberhasilan proyek serupa di titik-titik pelosok lainnya di wilayah tersebut.
Dengan fasilitas yang kini berdiri kokoh 100 persen, masa lalu berupa akses yang terputus resmi berakhir. Jembatan Garuda diyakini akan menggerakkan roda ekonomi dan membuka peluang baru bagi anak-anak Bengkulu Utara untuk meraih masa depan yang lebih baik.