Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Amran Pastikan Aman Hingga Mei 2027

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:30:43 WIB
Stok beras pemerintah mencapai 5 juta ton sebagai jaminan ketahanan pangan hingga Mei 2027.

BENGKULU — Angka 5 juta ton itu menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional. Dengan jumlah tersebut, pemerintah memiliki bantalan yang cukup untuk mengintervensi pasar jika harga beras meroket atau distribusi terganggu di daerah-daerah terpencil. Amran menyebut posisi stok ini sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga dua tahun ke depan.

Stok Jumbo, Intervensi Pasar Lebih Gesit

Kepastian stok ini sekaligus menjawab keresahan para pelaku usaha di sektor pangan. Selama ini, ritel modern dan pedagang pasar tradis kerap khawatir pasokan beras tersendat di momen-momen kritis seperti Natal dan Tahun Baru. Dengan CBP di atas 5 juta ton, Bulog bisa langsung menggelontorkan beras ke pasar jika harga di tingkat konsumen mulai tidak wajar.

Amran menegaskan, stok tersebut tersebar di gudang-gudang Bulog di seluruh provinsi. "Kita pastikan tidak ada kelangkaan. Cadangan ini cukup untuk kebutuhan darurat dan operasi pasar hingga semester pertama 2027," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Peran Bulog dan Target Serapan Gabah Petani

Perum Bulog menjadi ujung tombak pengelolaan cadangan ini. Perusahaan pelat merah itu tidak hanya bertugas menyimpan, tetapi juga menyerap gabah dari petani dalam negeri. Tahun ini, Bulog menargetkan serapan gabah kering panen (GKP) lebih besar dibanding tahun lalu untuk mengisi kembali stok CBP yang sempat terkuras saat operasi pasar beberapa bulan terakhir.

Model bisnis ini dirancang untuk memberi kepastian harga bagi petani di musim panen raya. Ketika harga gabah anjlok, Bulog wajib membeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan stok yang melimpah, pemerintah punya ruang fiskal yang lebih leluasa untuk menjalankan skema tersebut tanpa membebani APBN secara berlebihan.

Di sisi lain, distribusi beras untuk program bantuan pangan juga bakal lebih lancar. Program yang menyasar 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) itu membutuhkan pasokan rutin setiap bulan. Stok 5 juta ton menjadi jaminan bahwa program bansos tidak akan molor akibat kekurangan pasokan.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal dan investor di sektor agribisnis. Stabilitas pasokan beras adalah indikator utama inflasi pangan, yang selama ini menjadi momok bagi daya beli masyarakat. Jika inflasi pangan terkendali, konsumsi rumah tangga tetap terjaga dan roda ekonomi nasional bisa berputar lebih kencang.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top