Air Fryer Picu Kebakaran Warkopolim Milik Gofar Hilman, Kerugian Capai Rp10 Juta

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:40:01 WIB
Kebakaran di Warkopolim Kebayoran Baru dipicu percikan api dari air fryer.

BENGKULU — Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal menyatakan insiden terjadi pukul 01.04 WIB di gerai Warkopolim kawasan Kebayoran Baru. Enam unit mobil pemadam dan 25 personel dikerahkan setelah menerima laporan dari karyawan yang sempat berusaha memadamkan api secara mandiri.

Kronologi Kebakaran: Percikan Kecil yang Membesar

"Ada percikan api fryer kecil yang menyambar ke bekas minyak yang ada di tembok. Lalu membesar sampai ke jalur exhaust," ujar Asril dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).

Para pekerja yang sedang berjaga langsung mengambil tindakan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun api terus merambat hingga mereka menghubungi nomor darurat pemadam kebakaran Kebayoran Baru. Proses pemadaman selesai pada pukul 01.55 WIB.

Warkopolim: Bisnis Kuliner Para Artis yang Kian Ekspansif

Warkopolim merupakan usaha kuliner yang didirikan Gofar Hilman, Wancoy, dan Rico Lubis di bawah naungan grup Grind Boys. Gerai pertama dibuka di Kebayoran Baru, Jakarta, disusul cabang kedua di Bogor. Gerai ketiga yang berlokasi di Bintaro baru saja diresmikan pekan lalu.

Kebakaran dini hari ini hanya menyebabkan kerusakan pada area dapur dan exhaust. "Taksiran kerugian kurang lebih Rp 10 juta," kata Asril. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Respons Cepat Cegah Api Meluas ke Bangunan Lain

Letak ruko yang berdekatan dengan bangunan komersial lainnya membuat respons cepat petugas menjadi krusial. Dengan pemadaman yang rampung dalam 51 menit, api tidak sempat merambat ke unit tetangga. Karyawan yang sempat melakukan pemadaman awal juga disebut berperan memperlambat laju api sebelum petugas tiba.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top