Pertamina Siapkan Tabung CNG 3 Kg sebagai Pengganti LPG, Uji Coba Ditargetkan Rampung dalam Waktu Dekat

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 13:33:01 WIB
Pertamina mempersiapkan tabung CNG 3 kg sebagai alternatif pengganti LPG untuk rumah tangga.

BENGKULU — Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama Pertamina tengah mempercepat realisasi program konversi LPG ke CNG untuk rumah tangga. Bahlil mengungkapkan bahwa uji coba tabung CNG 3 kg saat ini sudah memasuki tahap akhir persiapan teknis.

"Sekarang lagi dalam proses penyelesaian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, saya targetkan selesai bulan depan," ujar Bahlil di sela kunjungan kerja di Tuban, Jawa Timur, belum lama ini.

Mengapa Tabung CNG 3 Kg Jadi Prioritas

Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada LPG impor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Subsidi LPG 3 kg terus membengkak setiap tahun, mencapai puluhan triliun rupiah. CNG yang diproduksi dari gas bumi dalam negeri dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

Tabung CNG 3 kg dirancang dengan spesifikasi khusus agar mudah dioperasikan oleh ibu rumah tangga. Teknologinya mirip dengan tabung LPG, hanya saja isinya berupa gas alam terkompresi yang lebih efisien dan emisinya lebih rendah.

Bahlil menambahkan, hasil uji coba nanti akan menentukan apakah program ini layak diperluas ke seluruh Indonesia. "Kami lihat dulu hasilnya. Kalau bagus, baru kita dorong massal," katanya.

Peran Pertamina dalam Proyek Strategis Ini

Pertamina sebagai BUMN energi mendapat mandat langsung untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk stasiun pengisian CNG dan jaringan distribusi ke pengecer. Anak usaha Pertamina di sektor hulu dan hilir juga dilibatkan untuk memastikan pasokan gas bumi stabil.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, sebelumnya menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan beberapa titik pengisian di Jawa Timur dan Jawa Barat sebagai lokasi percontohan. Jika program berjalan mulus, pengguna LPG 3 kg bisa beralih ke CNG tanpa harus mengganti kompor secara drastis.

Dampak Langsung bagi Konsumen Rumah Tangga

Bagi masyarakat pengguna LPG 3 kg, kehadiran tabung CNG bisa menekan pengeluaran harian. Harga CNG per kilogram diperkirakan lebih murah 20-30 persen dibanding LPG bersubsidi, meski angka pastinya masih menunggu keputusan pemerintah.

Selain itu, risiko kelangkaan pasokan seperti yang kerap terjadi pada LPG 3 kg saat hari raya diharapkan bisa diminimalkan. Pasalnya, CNG diproduksi dari gas bumi dalam negeri yang pasokannya lebih stabil.

Namun, tantangan terbesar ada pada pembangunan infrastruktur pengisian. Saat ini, jumlah SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) di Indonesia masih terbatas, terutama di luar Jawa. Pertamina pun diminta mempercepat ekspansi jaringan agar program ini bisa menjangkau daerah terpencil.

Dengan target uji coba yang tinggal menghitung bulan, publik kini menanti realisasi janji pemerintah untuk menghadirkan energi alternatif yang lebih murah dan mandiri. Jika sukses, tabung CNG 3 kg bisa menjadi game changer dalam kebijakan energi rumah tangga Indonesia.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top