Kue Bongkol, Warisan Kuliner Bengkulu yang Terbuat dari Tepung Beras dan Gula Aren, Kini Mulai Terlupakan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 29 Juni 2026 | 20:29:01 WIB
Kue Bongkol, kue tradisional Bengkulu berbahan tepung beras dan gula aren, mulai jarang ditemukan di pasar modern.

BENGKULU — Di balik manisnya gula aren dan lembutnya tekstur tepung beras, tersimpan cerpan panjang tentang Kue Bongkol, salah satu kue tradisional Bengkulu yang mulai jarang terlihat di pasar-pasar modern. Kue ini bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari identitas budaya yang sarat makna kebersamaan.

Proses Pembuatan yang Sederhana tapi Khas

Proses pembuatan Kue Bongkol terbilang unik. Adonan tepung beras yang dicampur santan diletakkan di atas gula aren, lalu dibungkus rapat dengan daun pisang dan dikukus hingga matang. Hasilnya, tekstur kue menjadi lembut, sedikit kenyal, dengan rasa manis alami yang berpadu sempurna dengan aroma daun pisang.

Selalu Hadir di Momen Spesial Masyarakat Bengkulu

Dalam tradisi masyarakat Bengkulu, Kue Bongkol bukan sekadar hidangan pelengkap. Kue ini kerap menjadi bagian penting dalam perayaan adat seperti pernikahan, khitanan, hingga acara keagamaan. Kehadirannya di meja tamu melambangkan nilai-nilai kebersamaan, keharmonisan, dan keramahtamahan tuan rumah.

Warisan Kuliner yang Terancam Punah

Di era serba instan ini, banyak kuliner tradisional seperti Kue Bongkol mulai tersisihkan. Generasi muda lebih akrab dengan makanan cepat saji atau kue-kue modern yang mudah ditemukan di pusat perbelanjaan. Padahal, di balik rasa manis dan gurihnya, Kue Bongkol menyimpan kekayaan rasa yang tak bisa digantikan oleh produk pabrikan.

Gigitan pertama Kue Bongkol langsung menghadirkan sensasi manis legit dari gula aren yang beradu dengan lembutnya adonan tepung beras. Wangi daun pisang yang membungkusnya semakin memperkuat karakter khas kue tradisional ini. Pengalaman rasa seperti inilah yang dinilai sulit ditemukan pada kue-kue modern.

Upaya Pelestarian di Tengah Modernisasi

Meski mulai jarang dijumpai, sejumlah komunitas kuliner dan pegiat budaya di Bengkulu masih berupaya melestarikan Kue Bongkol. Mereka kerap memperkenalkan kue ini dalam festival kuliner daerah atau acara kebudayaan agar generasi muda tetap mengenal warisan leluhurnya. Kue Bongkol bukan hanya soal rasa, tetapi juga simbol penting dari keberagaman kuliner Nusantara yang harus dijaga.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top