KOTA BENGKULU — Sanggar Tempang Tigo berhasil menyisihkan belasan peserta lain setelah mengumpulkan nilai tertinggi, 1.300, dalam penilaian yang berlangsung di Ruang Command Center Polresta Bengkulu, Senin (29/6/2026). Posisi kedua ditempati Sanggar Bencoolen Dol dengan nilai 1.220, disusul Sanggar Malabero Cilik di peringkat ketiga dengan nilai 1.000.
Proses penjurian dipimpin Ps. Kasat Resnarkoba Polresta Bengkulu, AKP Firman Syahputra, bersama panitia lomba. Dewan juri yang terdiri dari Pamong Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bengkulu Remy Ramadhan, Rahmad Endang dari BPJN PPK Bengkulu, serta Edwin Soemantri dari TMII Jakarta menilai setiap karya berdasarkan empat aspek utama.
Keempat aspek itu meliputi kreativitas, kualitas video, musikalitas, dan penguatan nilai budaya lokal. Panitia memastikan seluruh tahapan penilaian berlangsung objektif, transparan, dan profesional.
Hadiah bagi para pemenang akan diserahkan pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 20.00 WIB. Penyerahan hadiah menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polresta Bengkulu.
Festival Video Musik Dol ini digagas Polresta Bengkulu sebagai upaya mengangkat kembali seni budaya khas Bengkulu sekaligus memberi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitasnya. Musik Dol sendiri merupakan kesenian tradisional Bengkulu yang menggunakan alat musik berupa dol, semacam genderang besar khas daerah.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, melalui panitia Hari Bhayangkara ke-80 menyampaikan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
“Kami ingin budaya lokal terus hidup dan semakin dicintai masyarakat. Festival ini menjadi wadah kreativitas sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang aman dan kondusif,” ujar panitia.