Nobar Piala Dunia 2026 Brazil Vs Jepang, Kodim Bengkulu Selatan Gelar Acara di Seluruh Koramil

Penulis: Syahrul Karim  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 13:31:01 WIB
Warga dan anggota TNI di Bengkulu Selatan menyaksikan nobar Brazil vs Jepang bersama di seluruh Koramil.

BINTUHAN — Suasana markas militer di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur berubah menjadi ruang kebersamaan saat warga dan anggota TNI duduk berdampingan menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026. Komandan Kodim 0408/BS, Letnan Kolonel Inf Angga Anugrah, S.H., M.I.P., menyebut kegiatan ini sengaja digelar serentak di seluruh Koramil untuk menghadirkan ruang interaksi tanpa sekat.

Olahraga sebagai Perekat TNI dan Warga

"Olahraga khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," ujar Dandim.

Nobar yang terbuka untuk umum ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Sorak-sorai pendukung Brazil dan Jepang terdengar bergantian di markas Koramil, menciptakan suasana keakraban antara seragam hijau dan warga sipil.

Menjaga Kondusivitas di Tengah Euforia Sepak Bola

Pihak Kodim memanfaatkan momen Piala Dunia 2026 tidak sekadar untuk hiburan. Kegiatan ini juga dijadikan sarana strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama ajang sepak bola empat tahunan berlangsung.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat rasa persatuan, kekompakan, dan menjaga kondusivitas lingkungan," kata Dandim menambahkan.

Pendekatan Humanis ala TNI di Daerah

Melalui pendekatan humanis berbasis olahraga ini, Kodim 0408/BS membuktikan bahwa institusi TNI hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bisa diperkuat melalui kegiatan sederhana seperti menonton bola bersama.

Pertandingan antara Brazil dan Jepang sendiri merupakan salah satu laga paling dinanti di fase grup Piala Dunia 2026. Antusiasme warga Bengkulu Selatan dan Kaur terhadap laga ini menunjukkan bahwa sepak bola tetap menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai kalangan di pelosok negeri.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top