BENGKULU — Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama PLN dan Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jaringan listrik di 30 titik pedesaan pada 2026. Proyek ini merupakan bagian dari Program Listrik Pedesaan (Lisdes) yang bertujuan memperluas akses energi hingga ke wilayah terpencil.
Rapat koordinasi penyelesaian kendala pembangunan Lisdes digelar di Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (30/6). Sekda Herwan Antoni menegaskan listrik merupakan infrastruktur dasar yang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen mempercepat pembangunan listrik pedesaan agar seluruh masyarakat memperoleh akses energi yang adil dan merata," ujar Herwan.
Kepala Dinas ESDM Bengkulu, Rico Yulyana, menjelaskan pelaksanaan program dibagi dua tahap. Tahap pertama mencakup 25 lokasi dengan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 21,5 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 31,4 kilometer, dan 11 gardu distribusi berkapasitas 550 kVA.
Tahap kedua menyasar lima lokasi tambahan dengan JTM sepanjang 5,52 kilometer, JTR 10,63 kilometer, dan tiga gardu distribusi berkapasitas 150 kVA. Total proyek ini mencakup 27,03 kilometer JTM, 42,07 kilometer JTR, dan 14 gardu dengan kapasitas 700 kVA.
Meski rasio desa berlistrik di Bengkulu sudah mencapai 100 persen dan rasio elektrifikasi 99,52 persen per Desember 2025, masih ada permukiman terpencar yang belum teraliri listrik optimal. Rico Yulyana mengungkapkan sejumlah hambatan tersebar di Rejang Lebong, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Lebong.
Kendala meliputi akses jalan sulit, tanaman warga di jalur jaringan, dan perizinan karena trase melintasi kawasan hutan konservasi. "Beberapa wilayah masih belum menikmati layanan listrik secara optimal sehingga masyarakat masih bergantung pada sumber energi alternatif," jelas Rico.
Manager PLN UP2K Bengkulu, Yanuar, memaparkan bahwa pengembangan jaringan distribusi tetap diperlukan untuk meningkatkan keandalan layanan. Permukiman yang lokasinya terpencar menjadi tantangan utama dalam perluasan akses listrik.
Pemprov Bengkulu optimistis percepatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga mendorong usaha kecil, sektor pertanian, dan industri rumah tangga di desa. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar target 2026 tercapai sesuai rencana.