BENGKULU — Dua puluh calon pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu menjalani uji kompetensi berbasis CAT di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu, Selasa (30/6/2026). Mereka berebut lima kursi kepemimpinan lembaga pengelola zakat itu untuk masa bakti 2026-2031.
Panitia seleksi awalnya menerima 23 pendaftar. Setelah verifikasi administrasi, tiga orang gugur dan 20 peserta dinyatakan lolos ke tahapan uji kompetensi.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu yang juga Ketua Panitia Seleksi, Dr. H. Herwan Antoni, menegaskan bahwa soal CAT tidak disusun oleh panitia daerah. “Materi ujian langsung berasal dari BAZNAS RI. Standar penilaian berlaku sama di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Herwan menambahkan, hasil uji kompetensi akan diumumkan pada Rabu, 1 Juli 2026. Nilai tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Panitia seleksi berkomitmen menjaga integritas selama proses penjaringan. “Kita selaku panitia seleksi tentunya berkomitmen untuk menjaga integritas selama proses penjaringan berlangsung,” tegas Herwan.
Ia menargetkan seleksi ini menghasilkan pimpinan BAZNAS yang profesional, berintegritas, dan komitmen menjalankan fungsi-fungsi lembaga.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghofur, menilai seleksi ini tahapan penting menentukan arah pengelolaan zakat lima tahun ke depan. “Seluruh proses seleksi harus mengedepankan profesionalisme serta menghindari segala bentuk intervensi,” pintanya.
Menurut Waryono, pimpinan BAZNAS yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut mampu menghimpun zakat. “BAZNAS membutuhkan pemimpin yang mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat agar semakin berdampak bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.
Ia menekankan pendistribusian zakat harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.