BENGKULU — Rangkaian nonton bareng Piala Dunia 2026 di Bengkulu bukan sekadar hiburan bagi ribuan warga. Kegiatan ini juga menggerakkan perekonomian lokal, khususnya bagi pedagang kecil.
Kepala TVRI Bengkulu Fonda Rafael mengungkapkan, saat ini sudah sekitar 100 UMKM terlibat dan melaporkan diri ke pusat. “Jumlahnya akan terus bertambah. Patokannya adalah bagaimana kita bisa menaikkan kelas UMKM dan memperluas ruang berusaha mereka,” kata Fonda di Bengkulu, Kamis.
Fonda menjelaskan, nobar menarik perhatian pecinta sepak bola sekaligus membuka peluang UMKM memasarkan produk di tengah keramaian. Ia menargetkan, semakin banyak warga datang, semakin besar omzet yang diraup pedagang.
“Kami ingin nobar menjadi hiburan dan kesempatan bagi UMKM meraih keuntungan. Dengan begitu, keceriaan Piala Dunia dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Nobar Piala Dunia 2026 di Bengkulu merupakan hasil kolaborasi TVRI Bengkulu, LKBN ANTARA Biro Bengkulu, dan RRI Bengkulu. Sinergi ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga menjadi ruang promosi dan penjualan berkelanjutan bagi UMKM hingga partai final nanti.
Kepala LKBN ANTARA Biro Bengkulu Anom Prihantoro menambahkan, momen ini menjadi kesempatan emas bagi UMKM meraih keuntungan lebih besar. Ia mengajak masyarakat yang datang menonton untuk ikut menggerakkan ekonomi kecil dengan berbelanja di lapak-lapak yang tersedia.
“Kami mengajak masyarakat yang datang menonton agar ikut menggerakkan ekonomi kecil dengan berbelanja dan jajan di lapak UMKM. Manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas,” kata Anom.
Fonda Rafael menyebut, antusiasme masyarakat terhadap nobar sangat tinggi. Ribuan warga telah hadir di setiap penyelenggaraan, dan jumlah penonton diperkirakan terus bertambah seiring bergulirnya babak-babak krusial hingga partai puncak.
Peningkatan jumlah penonton sejalan dengan potensi bertambahnya pelaku UMKM yang terlibat. Manfaat ekonomi dari gelaran akbar ini bisa dirasakan lebih luas oleh warga Bengkulu, terutama mereka yang bergerak di sektor usaha mikro.