NEW YORK — Aksi nekat seorang pria menggemparkan kawasan diplomatik PBB di persimpangan East 43rd Street dan First Avenue, New York. Peristiwa terjadi pada pukul 19.00 waktu setempat, bertepatan dengan Jumat pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas PBB yang beredar di media sosial, pelaku terlihat lebih dulu menancapkan bendera di trotoar sebelum melakukan aksi bakar diri. Petugas keamanan setempat segera mengevakuasi pria tersebut ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.
Polisi menemukan sejumlah selebaran di lokasi kejadian yang berisi tuntutan agar "China keluar dari Tibet". Bendera yang dikibarkan pelaku diketahui merupakan simbol yang digunakan oleh kelompok pemberontak Tibet dalam pemberontakan gagal melawan pemerintah China pada 1959.
Hingga satu jam setelah kejadian, bendera tersebut masih terlihat berkibar di lokasi. Pihak kepolisian New York telah memulai penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.
Tibet telah berada di bawah kekuasaan China sejak 1951, yang oleh Beijing disebut sebagai "pembebasan damai". Pemerintah China menegaskan bahwa Tibet sudah menjadi bagian dari wilayah China sejak abad ke-13 dan tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan yang didirikan di India utara pasca-pemberontakan 1959.
Di sisi lain, Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, berulang kali menyatakan bahwa Tibet adalah negara merdeka saat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki wilayahnya. Pemerintahan Tibet dalam pengasingan hingga kini masih terus memperjuangkan pengakuan internasional, meskipun Beijing secara konsisten menolak klaim tersebut.
Peristiwa bakar diri di depan PBB ini menambah daftar panjang aksi protes terkait isu Tibet yang kerap terjadi di luar negeri. Pihak kepolisian setempat masih mendalami kemungkinan keterkaitan pelaku dengan kelompok aktivis pro-kemerdekaan Tibet.