BINTUHAN — Kontingen pelajar Kabupaten Kaur hanya mampu membawa pulang lima medali dari ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Bengkulu. Capaian tersebut belum cukup untuk meloloskan atlet ke tingkat nasional karena tidak ada yang memenuhi regulasi kelolosan yang ditetapkan panitia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kaur, Lisarmawan, mengumumkan hasil tersebut pada Kamis (2/7/2026). Dari total 18 atlet yang diturunkan, kontingen Kaur berhasil meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Kontingen Kaur memberangkatkan 10 atlet jenjang SD dan 8 atlet jenjang SMP, baik putra maupun putri. Cabang olahraga pencak silat menjadi lumbung medali terbanyak dengan menyumbangkan tiga emas.
Sementara itu, cabang bulu tangkis menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu. Hasil ini menunjukkan dominasi atlet Kaur di cabang bela diri tradisional tersebut.
Meski torehan medali cukup membanggakan, target awal kontingen Kaur untuk meloloskan atlet ke O2SN tingkat nasional belum tercapai. Lisarmawan menjelaskan bahwa tidak ada satupun atlet yang memenuhi kriteria kelolosan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.
"Target kita sebenarnya bisa mendapatkan tiket ke tingkat nasional, namun belum berhasil karena belum ada atlet yang memenuhi kriteria kelolosan," jelasnya.
Lisarmawan tetap memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang maksimal. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para ofisial yang telah mendampingi dan memberikan motivasi selama pertandingan berlangsung.
"Kami minta para atlet tidak berkecil hati. Ini adalah bagian dari proses. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras dan meraih prestasi yang lebih tinggi ke depan," tutupnya.