BENGKULU — Kompetisi ini tidak sekadar ajang adu ketangkasan. Setiap peserta diuji melalui serangkaian materi praktik yang dirancang menyerupai kondisi nyata di jalan raya. Mulai dari teknik pengereman untuk menghindari tabrakan, menjaga keseimbangan di lintasan sempit (narrow plank), hingga ketangkasan melewati slalom course yang menuntut konsentrasi penuh.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu menekankan bahwa pendekatan edukasi melalui praktik langsung dinilai lebih efektif dalam membentuk perilaku berkendara yang aman. Materi yang diberikan bukan hanya teori, tetapi juga simulasi situasi darurat yang kerap terjadi di lapangan.
“Edukasi keselamatan tidak cukup hanya teori, tetapi harus dibarengi praktik yang terukur. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih memahami teknik berkendara yang benar agar mampu meminimalkan risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya.
Pemilihan komunitas sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Astra Motor Bengkulu melihat komunitas sebagai perpanjangan tangan kampanye keselamatan. Mereka dinilai mampu menyebarluaskan budaya berkendara aman ke lingkaran yang lebih luas, mulai dari anggota keluarga hingga teman satu hobi.
Dalam kompetisi ini, setiap tantangan mengharuskan peserta tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan minim kesalahan. Hal ini menjadi poin penting dalam membentuk pengendara yang responsif terhadap situasi darurat di jalan.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Bengkulu berharap edukasi safety riding dapat terus diperkuat dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Kampanye #Cari_Aman yang diusung sejalan dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi di Indonesia.
Kompetisi ini menjadi salah satu bukti bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan kompetitif bisa menjadi cara efektif untuk menanamkan kesadaran berkendara aman. Tidak hanya di Bengkulu, kegiatan serupa juga diharapkan dapat direplikasi di daerah lain.