BENGKULU TENGAH — Desa Srikaton di Kabupaten Bengkulu Tengah menggelar pesta rakyat yang menyedot perhatian warga dari berbagai kecamatan. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak perayaan HUT ke-54 desa tersebut, Jumat malam (3/7/2026).
Kepala Desa Srikaton menyatakan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang berjalan lancar. Ia menyebut pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud syukur dan sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Pagelaran wayang semalam suntuk ini merupakan agenda tahunan sebagai wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga serta melestarikan budaya tradisional,” kata kepala desa.
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari. Panitia mencatat animo pengunjung tinggi, terutama dari kalangan generasi muda yang datang untuk belajar tentang seni pewayangan. Selain menyaksikan pementasan, warga juga menikmati bazar makanan tradisional dan pameran hasil kerajinan tangan.
Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, S.Sos., hadir mewakili pemerintah kabupaten dan memberikan apresiasi khusus kepada warga Desa Srikaton. Dalam sambutannya, ia menyoroti keunikan desa tersebut yang memiliki mars desa sendiri.
“Saya baru pertama kali mendengar ada desa yang memiliki mars sendiri. Ini sangat baik dan patut diapresiasi. Ke depan, saya berharap seluruh desa di Bengkulu Tengah dapat memiliki mars sebagai identitas dan kebanggaan masing-masing,” ujar Tarmizi.
Mars desa itu mulai dipergunakan pada setiap acara resmi di Desa Srikaton. Menurut Tarmizi, lagu kebangsaan desa ini bisa memperkuat identitas lokal dan semangat gotong royong. Ia mendorong pemerintah kecamatan dan desa lain untuk meniru langkah tersebut.
“Akan menjadi hal yang sangat baik apabila seluruh 142 desa dan 1 kelurahan di Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki mars sebagai simbol semangat dan jati diri daerah,” tambahnya.
Wakil Bupati Tarmizi juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Desa Srikaton. Ia berharap perayaan ini menjadi pemantik semangat kebersamaan dan kemajuan desa.
“Selamat ulang tahun ke-54 untuk Desa Srikaton. Semoga dengan suasana yang penuh kebersamaan ini, Desa Srikaton semakin maju, masyarakatnya semakin kompak, dan mampu meraih berbagai hal baik di masa yang akan datang,” ujarnya.
Penyelenggara berharap pagelaran wayang kulit tahunan ini terus dipertahankan sebagai medium pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial di Desa Srikaton. Acara ditutup dengan hiburan lokal yang meriah hingga larut malam.