BENGKULU — Memasuki dunia wearable device memang bisa membingungkan, apalagi dengan banyaknya pilihan smartwatch di pasaran. Namun, bagi pengguna yang baru pertama kali ingin mencoba, ada satu saran yang patut dipertimbangkan: jangan langsung membeli smartwatch. Dedy Irvan, konten kreator gadget, menyarankan untuk memulai dari smartband terlebih dahulu.
"Saran gue adalah jangan sentuh yang namanya smartwatch dulu, coba dulu yang namanya smartband," ujar Dedy Irvan. Menurutnya, kekhawatiran utama pengguna baru adalah risiko rugi jika ternyata perangkat tidak sesuai ekspektasi. Smartband hadir sebagai solusi dengan harga yang lebih bersahabat.
"Rata-rata smartband memang harganya murah, ada yang di bawah Rp600 ribu atau di bawah 700 ribu. Bahkan kadang-kadang di bawah 500 ribu," ungkapnya. Rentang harga ini membuat smartband menjadi pilihan low-risk bagi mereka yang masih tahap mencoba-coba.
Dedy menyebutkan beberapa merek yang bisa dijadikan pilihan. Xiaomi menjadi opsi menarik, terutama bagi pengguna smartphone Android. "Apalagi kalau pakai HP-nya Xiaomi," cetusnya, menandakan integrasi yang lebih optimal dalam satu ekosistem. Samsung juga memiliki lini smartband, yaitu Fit, yang bisa menjadi alternatif.
Bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas antar dua ekosistem, misalnya iOS dan Android, Dedy merekomendasikan smartband dari Huawei. "Tapi pilihannya adalah smartband sih rasanya untuk pemula-pemula ini," tandasnya.
Meski smartband direkomendasikan untuk pemula, bukan berarti smartwatch tidak berguna. Setelah pengguna merasa nyaman dan memahami kebutuhan dasarnya—apakah sekadar notifikasi, monitoring aktivitas harian, atau fitur lanjutan seperti GPS mandiri—barulah upgrade ke smartwatch bisa dipertimbangkan. Smartwatch biasanya menawarkan layar lebih besar, fitur lebih kompleks, dan harga yang jauh lebih tinggi.
Bagi pengguna Indonesia, memulai dengan smartband adalah langkah cerdas untuk menghindari penyesalan. Dengan budget di bawah Rp700 ribu, pengguna sudah bisa merasakan manfaat wearable device tanpa harus menguras kantong.