BENGKULU — Kesejahteraan petani di Bengkulu mengalami tekanan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun 2,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan rilis BPS pada 1 Juli 2026, NTP Bengkulu turun dari 201,95 pada Mei menjadi 196,87 pada Juni 2026.
Tiga Subsektor Jadi Biang Kerok Penurunan
Penurunan NTP terutama dipengaruhi melemahnya tiga subsektor utama. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan paling besar, yakni 3,58 persen. Selanjutnya, subsektor Perikanan turun 2,26 persen. Sementara subsektor Peternakan turun 1,63 persen.
Harga Hasil Tani Turun, Biaya Produksi Justru Naik
Melemahnya NTP dipicu turunnya harga hasil produksi pertanian. Di sisi lain, harga barang konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian justru meningkat. Kondisi ini menunjukkan pendapatan petani mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya yang harus mereka keluarkan.
Hortikultura dan Tanaman Pangan Justru Tumbuh Positif
Di tengah penurunan tersebut, dua subsektor justru mencatatkan pertumbuhan positif. Subsektor Hortikultura naik 1,32 persen dan subsektor Tanaman Pangan naik 0,45 persen. Namun, kenaikan ini belum mampu mengimbangi tekanan dari tiga subsektor lain yang turun lebih dalam.