REJANG LEBONG — Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu yang dipimpin Ketua Komisi, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH, bersama anggota Zulasmi Octarina, MM, Mega Sulastri, S.Sos., Berlian Utama Harta, dan Efriya, SH.,MH, disambut langsung Kepala Dispora Rejang Lebong, Rezza Pahlevie, SH., MM, serta jajaran pengurus KONI Rejang Lebong.
Dalam pemaparannya, Rezza menyebutkan sejumlah fasilitas olahraga di daerah itu memerlukan pembenahan. Selain Kolam Renang Muna Tirta, GOR, Stadion Air Bang, lapangan tenis, hingga stadion mini juga butuh perhatian agar mampu mendukung pembinaan atlet secara optimal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu. Saat ini beberapa fasilitas olahraga membutuhkan perhatian, khususnya Kolam Renang Muna Tirta yang kondisinya sudah tidak memadai untuk latihan atlet. Kami berharap Komisi IV dapat memfasilitasi upaya pengembangan sarana olahraga di Rejang Lebong,” ujar Rezza.
Rezza menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada penyelenggaraan berbagai event olahraga. Meski begitu, pembinaan atlet di setiap cabang tetap berjalan secara mandiri. Dispora bersama KONI kini memfokuskan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bengkulu Tahun 2026.
“Kami lebih memprioritaskan cabang olahraga perorangan seperti karate, pencak silat, renang, dan lainnya. Sementara untuk cabang beregu seperti sepak bola dan bola basket belum menjadi prioritas karena membutuhkan anggaran yang lebih besar,” jelasnya.
Dispora Rejang Lebong telah mengembangkan aplikasi bernama Siswalet. Aplikasi ini menjadi basis data yang memuat informasi pelatih, wasit, atlet, serta prestasi masing-masing cabang olahraga di Kabupaten Rejang Lebong. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, mengapresiasi inovasi tersebut.
“Pendataan prestasi atlet sangat penting. Selain mendukung pembinaan olahraga, data tersebut juga dapat menjadi nilai tambah bagi atlet pelajar dalam proses penerimaan peserta didik baru melalui jalur prestasi,” ujar Usin.
Usin mendorong Dispora untuk memanfaatkan potensi dukungan dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perbankan, BPJS, maupun perusahaan swasta yang beroperasi di daerah bisa menjadi mitra strategis. Menurutnya, sektor olahraga menjadi salah satu bidang yang cukup terdampak akibat efisiensi anggaran, sehingga diperlukan terobosan untuk mendukung pembinaan atlet.
Dalam dialog tersebut, pengurus KONI Rejang Lebong berharap Komisi IV dapat membantu memperjuangkan renovasi Kolam Renang Muna Tirta serta mendorong cabang olahraga karate kembali dipertandingkan pada ajang POPDA. Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV, Zulasmi Octarina, menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak terkait.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk menjadwalkan pertemuan bersama KONI dan pengurus cabang olahraga agar berbagai aspirasi ini dapat dibahas lebih lanjut,” ujar Zulasmi.