BENGKULU — Taman Remaja di Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, bukan sekadar ruang terbuka hijau. Tempat ini juga menjadi pusat jajanan sore yang ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Di sepanjang area taman, puluhan pedagang kaki lima berjejer menjajakan aneka makanan dan minuman. Salah satu yang paling dicari adalah pempek panggang dan pisang molen yang disebut-sebut memiliki rasa tak kalah dengan jajanan di luar kawasan taman.
Pedagang di sini sudah berjualan sejak lama, bahkan sejak Taman Remaja masih memiliki mini zoo yang akhirnya tutup pada awal 2000-an karena kurang perawatan. Kini, yang tersisa hanya beberapa patung hewan dan bangku taman yang tersebar di bawah rindangnya pepohonan.
Taman Remaja dikenal memiliki udara sejuk karena dikelilingi pepohonan besar. Warga setempat kerap menjadikannya tempat pelarian dari kebisingan Kota Bengkulu.
Bukan hanya warga Kota Bengkulu yang datang. Pengunjung juga tercatat berasal dari Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kepahiang, Bengkulu Tengah, hingga Curup. Mereka datang untuk sekadar duduk santai, bermain, atau berburu jajanan khas.
Dulunya, Taman Remaja memiliki mini zoo yang menjadi daya tarik utama. Namun, karena minim perawatan, fasilitas itu ditutup. Meski begitu, taman ini tetap ramai dikunjungi, terutama pada sore hingga malam hari.
Warga yang datang bersama keluarga biasanya memanfaatkan bangku-bangku taman yang tersedia sambil menikmati jajanan yang dibeli dari pedagang sekitar. Suasana santai dan harga yang terjangkau menjadi alasan utama tempat ini tetap eksis sebagai tujuan wisata lokal.
Taman Remaja berlokasi di Lingkar Timur, Kelurahan Singaran Pati, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Lokasinya yang berada di jalur utama memudahkan akses bagi warga dari berbagai penjuru kota maupun luar daerah.
Meskipun fasilitasnya tidak semegah dulu, Taman Remaja tetap menjadi pilihan utama bagi warga Bengkulu yang ingin melepas penat tanpa harus bepergian jauh. Kehadiran pedagang jajanan menjadi nilai tambah yang membuat tempat ini tetap hidup hingga kini.