Pemkot Bengkulu Optimalkan Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting, Program DASHAT Edukasi 100 Keluarga Berisiko di Teluk Segara

Penulis: Hendrizal Satria  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32:31 WIB
Puluhan ibu balita di Teluk Segara mengikuti edukasi pengolahan ikan dalam program DASHAT.

BENGKULU — Puluhan ibu balita di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, mengikuti edukasi pengolahan ikan sebagai menu harian anak. Kegiatan ini merupakan hari keempat dari rangkaian program DASHAT yang dimulai sejak pekan lalu.

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, menyatakan bahwa pemenuhan gizi anak harus dimulai dari kesadaran orang tua di rumah. Menurutnya, ikan menjadi sumber protein hewani yang paling mudah diakses masyarakat pesisir.

"Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan edukasi DASHAT di Kecamatan Teluk Segara. Sasaran utama kami adalah keluarga berisiko stunting," ujar Rosminiarty di sela kegiatan, Selasa (7/7/2026).

Mengapa Ikan Jadi Pilihan Utama?

Kota Bengkulu memiliki potensi perikanan yang melimpah, namun konsumsi ikan di kalangan balita masih rendah. Banyak orang tua lebih memilih makanan instan atau camilan kemasan yang dianggap praktis.

Melalui DASHAT, peserta diajarkan mengolah ikan menjadi beragam hidangan yang disukai anak-anak. Mulai dari bakso ikan, nugget, hingga sup ikan segar dengan bumbu sederhana.

Edukasi Gizi Murah untuk Keluarga Berisiko

Rosminiarty menekankan bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal. Ikan lokal seperti ikan kembung, tongkol, dan teri justru lebih terjangkau dibanding daging sapi atau ayam broiler.

"Masyarakat perlu memahami bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal. Ikan yang melimpah di sekitar kita bisa diolah menjadi menu sehat untuk anak," jelasnya.

Selain demo masak, peserta juga mendapat materi tentang pola asuh gizi seimbang dan pentingnya protein hewani di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Target: 100 Keluarga Teredukasi di Teluk Segara

Program DASHAT menargetkan 100 keluarga berisiko stunting di Kecamatan Teluk Segara. Peserta dipilih berdasarkan data dari posyandu dan puskesmas setempat.

Pemkot Bengkulu berharap edukasi ini bisa mengubah kebiasaan konsumsi harian. Jika pola makan anak membaik dalam tiga bulan ke depan, angka stunting di kawasan pesisir diprediksi turun signifikan.

Kegiatan serupa akan dilanjutkan ke kecamatan lain dengan sasaran prioritas keluarga yang memiliki balita dengan tinggi dan berat badan di bawah standar.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: rakyatbengkulu.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top