BENGKULU — Keputusan kontroversial mewarnai laga babak 16 besar Piala Dunia antara Mesir dan Amerika Serikat di Atlanta. Gol yang dicetak Mostafa Zico untuk Mesir dianulir setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Wasit memutuskan bahwa Zico melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martinez, pada momen awal sebelum gol tercipta.
Insiden terjadi saat Zico berhasil menjebol gawang Amerika Serikat. Namun, wasit langsung mendapatkan instruksi dari ruang VAR untuk meninjau ulang momen tersebut. Replay menunjukkan bahwa Zico melakukan kontak fisik dengan Lisandro Martinez di area kotak penalti saat memperebutkan posisi sebelum bola masuk ke gawang.
Setelah meninjau monitor di pinggir lapangan, wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut. Keputusan ini sontak memicu protes keras dari pemain dan ofisial tim Mesir. Mereka menganggap kontak yang terjadi tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai pelanggaran.
Anulir gol ini menjadi pukulan telak bagi Mesir yang tengah berjuang untuk menyamakan kedudukan. Alih-alih unggul atau menyamakan skor, mereka justru harus menerima kenyataan pahit. Keputusan ini secara langsung memengaruhi peta kekuatan di lapangan dan, pada akhirnya, menentukan nasib Mesir di turnamen.
Hingga laga usai, skor tidak berubah. Amerika Serikat pun berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan melaju ke babak perempat final. Sementara itu, Mesir harus pulang lebih awal dengan rasa kecewa yang mendalam.
Keputusan wasit ini langsung menjadi perdebatan hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Banyak yang mempertanyakan konsistensi penerapan VAR, terutama dalam menilai pelanggaran ringan di area kotak penalti. Sebagian pihak menilai wasit terlalu cepat mengandalkan VAR tanpa mempertimbangkan intensitas pelanggaran.
Di sisi lain, pendukung keputusan wasit berargumen bahwa aturan jelas menyebutkan kontak fisik yang menghalangi pergerakan pemain bertahan adalah pelanggaran. "VAR digunakan untuk memastikan keadilan, dan dalam kasus ini, wasit mengambil keputusan yang tepat berdasarkan bukti yang ada," ujar seorang analis pertandingan setelah laga.
Kekalahan ini menjadi akhir pahit bagi perjalanan Mesir di Piala Dunia edisi kali ini. Tim asuhan pelatih mereka harus menerima kenyataan bahwa satu momen kontroversial telah menghancurkan harapan untuk melaju lebih jauh. Fokus kini beralih pada evaluasi performa tim secara keseluruhan dan persiapan untuk turnamen-turnamen mendatang.
Sementara itu, Amerika Serikat melanjutkan langkah mereka dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah berhasil melewati ujian berat melawan Mesir. Mereka akan bersiap menghadapi lawan yang lebih tangguh di babak perempat final. Kontroversi VAR di laga ini dipastikan akan menjadi bahan diskusi panjang, terutama soal batas kewenangan teknologi dalam menentukan hasil pertandingan.