SELUMA — Di usia senjanya, Kakek Nurman memilih bertahan di bawah terik matahari demi menyulap jalan berlubang dan sempit menjadi akses yang lebih aman. Proyek mandiri yang ia mulai sejak 2023 ini kini telah membuahkan hasil: angka kecelakaan di jalur penghubung Desa Sari Mulyo dengan Desa BP 2 menurun drastis.
Pria berusia 74 tahun itu mengaku gerah melihat kondisi jalan yang hanya cukup untuk satu kendaraan. Setiap kali mobil dan motor berpapasan, salah satunya harus berhenti total. Insiden jatuh terjadi hampir setiap hari, dan beberapa di antaranya berujung maut.
"Saya melihat jalan ini sangat sempit. Hampir setiap hari ada kecelakaan, bahkan sampai ada yang meninggal. Dari situ saya berpikir harus berbuat sesuatu," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Dengan modal awal membeli satu mobil kecil pasir dan lima sak semen dari uang pribadi, Kakek Nurman kemudian meletakkan kotak amal di lokasi kerja. Uang koin dan kertas dari pengendara yang lewat langsung ia belikan material bangunan. "Hari pertama terkumpul Rp500 ribu dan langsung saya belikan material. Sampai sekarang masih terus berjalan," katanya.
Selama tiga tahun, Kakek Nurman mengerjakan semuanya sendirian. Ia sengaja tidak mengajak warga lain karena tidak punya uang untuk membayar upah. Baginya, melihat aspal jalan semakin mulus sudah menjadi upah batin yang membahagiakan.
Saat ini, ia tengah fokus mengecor bahu jalan selebar sekitar satu meter di sisi kiri dan kanan. Proses pelebaran ini sudah ia cicil selama empat bulan terakhir. "Saya hanya minta doa supaya diberi kesehatan dan bisa terus melanjutkan pekerjaan ini," tutup Kakek Nurman.
Kakek Nurman menegaskan dirinya tidak mengharapkan pujian atau imbalan uang dari pihak mana pun. Inspirasinya datang dari praktik pembangunan masjid yang menggunakan kotak amal. "Orang yang membangun masjid dengan kotak amal bisa berhasil, kenapa memperbaiki jalan tidak bisa," ujarnya.
Di sisa usianya, kakek asal Desa Sari Mulyo itu hanya berharap diberikan kekuatan fisik untuk menyelesaikan misi kemanusiaannya. Jalan yang ia perbaiki kini menjadi bukti bahwa kepedulian seorang diri bisa mengubah wajah infrastruktur desa.