BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Rabu (8/7/2026). Hasil peninjauan menunjukkan pembangunan fisik telah mencapai 96,91 persen.
“Pendidikan adalah prioritas utama bangsa. Program Sekolah Rakyat merupakan langkah besar untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang layak,” ujar Helmi Hasan dalam keterangannya, Rabu.
Helmi menegaskan, program ini lahir sebagai jawaban atas persoalan anak putus sekolah dan keterbatasan akses pendidikan yang masih ditemui di sejumlah daerah di Bengkulu.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan dua Sekolah Rakyat di Bengkulu. Selain di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, satu unit lainnya dibangun di Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur.
Provinsi Bengkulu juga mendapat kepercayaan membangun Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.
Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi menjelaskan, setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 siswa baru setiap tahun yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA.
Proses belajar mengajar akan didukung 14 guru dan 41 tenaga kependidikan. Ke depan, satu kompleks Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar, terdiri atas 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA.
Helmi Hasan menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait untuk aktif mendata dan mengajak anak-anak yang belum bersekolah. Pendataan dapat memanfaatkan data kependudukan yang dimiliki Disdukcapil.
“Lakukan pendataan secara menyeluruh. Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan,” tegasnya.
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis Sekolah Rakyat dapat segera beroperasi dan menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.