BENGKULU — Wacana ekspansi Piala Dunia kembali mencuat setelah Gianni Infantino memberikan sinyal terbuka soal kemungkinan turnamen edisi 2030 diikuti 64 peserta. Ide ini muncul di tengah jeda dua hari Piala Dunia 2026, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berlangsung hingga pekan keenam.
Dalam wawancara dengan media Swiss, Infantino menyebut pentingnya menyelenggarakan Piala Dunia untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan. “Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Format Swiss atau 16 Grup: Opsi yang Mengemuka
Jika FIFA benar-benar mengadopsi format 64 tim, sistem 16 grup berisi empat negara menjadi skenario paling realistis. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke fase gugur — skema yang sudah akrab di Piala Dunia edisi 2022 dan 2018.
Namun, bukan tidak mungkin FIFA justru menerapkan model Swiss-style dengan dua tabel liga raksasa berisi 32 tim. Dengan tambahan 24 pertandingan dari edisi 48 tim, total laga bisa mencapai 128 partai. Turnamen 2030 rencananya akan digelar di 23 venue yang tersebar di enam negara dan tiga benua.
Dampak pada Logistik dan Jadwal
Penambahan jumlah peserta jelas membawa konsekuensi logistik yang rumit. Bayangkan dalam satu hari yang sama di Juni 2030, penonton bisa menyaksikan Spanyol vs India di Madrid, Madagaskar vs Kolombia di Lisbon, China vs Prancis di Rabat, dan Argentina vs Kaledonia Baru di Buenos Aires.
“Empat pertandingan sehari selama tiga pekan,” tulis Football Daily dalam analisisnya. “Belum lagi siapa yang akan menerbangkan jet pribadi Gianni Infantino.”
Ekspansi Bertahap: Dari Qatar ke Arab Saudi?
Infantino disebut tengah melakukan “soft launch” untuk Piala Dunia 211 tim pada 2034, yang kemungkinan besar digelar di Arab Saudi. Negara tersebut, yang kini mulai memangkas belanja olahraga, akan menghadapi tantangan besar jika harus menampung seluruh anggota FIFA.
“Setidaknya Italia akan mendapat kesempatan lolos lagi,” sindir Football Daily menanggapi kemungkinan format super-besar itu.
FIFA sebelumnya telah memperluas hampir semua turnamen di bawah yurisdiksinya. Langkah terbaru ini dianggap sebagai cara mengalihkan isu dari kontroversi VAR, keputusan wasit, dan kasus Balogun yang membayangi Piala Dunia 2026.