BENGKULU — Peluncuran VF2 dilakukan VinFast di Vietnam bersamaan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan angka kepemilikan mobil di negara tersebut. Saat ini, hanya 9 persen rumah tangga Vietnam yang memiliki mobil, dengan rasio 68 unit per 1.000 penduduk—jauh di bawah Indonesia yang mencapai 99 unit per 1.000 penduduk.
Harga VF2 yang dibanderol Rp128,78 juta (termasuk baterai) membuatnya 20 persen lebih murah dari model termurah VinFast sebelumnya, Minio Green. Sebagai perbandingan, Wuling Air EV di Indonesia dijual mulai Rp214 juta untuk varian terendah.
VF2 mengusung baterai 18,3 kWh yang menyalurkan tenaga ke motor listrik belakang. Daya yang dihasilkan 41 PS (30 kW) dan torsi 65 Nm, dengan kecepatan maksimum 80 km per jam dan jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan standar NEDC.
Keunggulan utama VF2 ada pada sistem pengisian dayanya. Mobil ini mendukung pengisian cepat arus searah (DC) hingga 24 kW, yang mampu mengisi baterai dari 10 ke 70 persen dalam waktu sekitar 34 menit. Fitur ini tidak dimiliki Wuling Air EV yang hanya bisa dicas memakai arus AC.
Dari segi dimensi, VF2 bersaing ketat dengan Air EV. VF2 punya panjang 3.090 mm, lebar 1.496 mm, tinggi 1.663 mm dengan jarak sumbu roda 2.065 mm. Sementara Air EV berukuran 2.974 mm x 1.505 mm x 1.631 mm dengan jarak sumbu roda 2.010 mm.
Fitur keselamatan VF2 meliputi satu airbag pengemudi, ABS, traction control, dan EBD—setara dengan varian termurah Air EV, Lite. VinFast juga menawarkan program pengisian daya gratis bagi pemilik VF2 hingga Februari 2029, dengan batas 10 sesi per bulan.
Meski belum dipastikan dijual di Indonesia, VF2 berpotensi menjadi pesaing langsung Wuling Air EV yang sudah lebih dulu menguasai segmen city car listrik murah di Tanah Air. Keunggulan fast charging DC bisa menjadi nilai jual utama jika VinFast memutuskan untuk membawa VF2 ke pasar Indonesia.
Peluncuran VF2 juga bertepatan dengan pengetatan kebijakan lingkungan di Vietnam. Hanoi baru saja memulai uji coba pembatasan sepeda motor bensin di pusat kota, yang mendorong peralihan ke kendaraan listrik. Langkah serupa bisa saja diadopsi oleh pemerintah Indonesia dalam waktu dekat.