BENGKULU — Sampah plastik dan kiriman yang mengotori garis pantai menjadi sasaran utama aksi bersih-bersih yang digelar Jumat (10/7/2026). Puluhan personel gabungan dari Pemprov, TNI, Polri, dan masyarakat bahu-membahu memungut sampah di sepanjang bibir Pantai Tapak Paderi.
Tak hanya membersihkan, kegiatan ini juga diisi dengan penebaran ribuan bibit ikan nila. Langkah itu dinilai penting untuk memulihkan populasi ikan di habitat alaminya yang sempat menurun akibat pencemaran dan penangkapan berlebih.
Komandan Korem 041/Garuda Emas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden. Seluruh daerah di wilayah Kodam II/Sriwijaya, yang meliputi Bengkulu dan Lampung, diminta menggelar aksi pembersihan secara masif.
“Masalah sampah merupakan persoalan kita bersama. Sesuai arahan Presiden, seluruh daerah diminta melakukan gerakan pembersihan sampah di wilayah masing-masing. Khusus kawasan pantai Bengkulu, diperlukan gerakan yang lebih masif agar kebersihannya tetap terjaga,” kata Jatmiko.
Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Ia menyebut surat edaran telah diterbitkan untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), bupati, dan wali kota.
“Fokus kita menjadikan kawasan pantai di Bengkulu semakin bersih, indah, dan nyaman,” ujar Khairil.
Ia menambahkan, gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial belaka. Harapannya, budaya bersih lingkungan bisa tertanam di tengah masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor Secara Serentak” ini turut dihadiri Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid dan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, dan Polri dalam menangani persoalan lingkungan.
Penebaran bibit ikan nila di Pantai Tapak Paderi menjadi simbol bahwa upaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar ekosistem pesisir tetap lestari dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.