BENGKULU — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memimpin rapat koordinasi persiapan Gebyar Semarak Merah Putih melalui Zoom Meeting dari ruang kerjanya, Rabu (8/7). Rangkaian acara akan digelar serempak di sepuluh kabupaten dan kota selama sepuluh hari penuh pada Agustus 2026.
Anggaran kegiatan ini bersumber dari dana penghargaan yang diterima Pemprov Bengkulu dari Kementerian Dalam Negeri. Bengkulu dinobatkan sebagai Terbaik I dalam pengendalian inflasi dan Terbaik I dalam penurunan angka pengangguran.
“Satu kategori hadiahnya Rp3 miliar. Kita memperoleh dua kategori terbaik, sehingga totalnya Rp6 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih dan dibagikan secara merata kepada seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu,” ujar Helmi Hasan.
Alokasi dana yang merata ini memastikan setiap daerah, termasuk kabupaten terpencil, mendapat porsi yang sama untuk menyelenggarakan kegiatan. Tidak ada daerah yang diistimewakan dalam pembagian anggaran tersebut.
Helmi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni. Gebyar Semarak Merah Putih dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian inflasi daerah, pemberdayaan pelaku UMKM, pembukaan lapangan kerja, serta memperkuat semangat nasionalisme dan pelestarian budaya lokal,” katanya.
Rangkaian acara mencakup pertunjukan seni budaya, promosi pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pameran dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Setiap kabupaten dan kota diminta menyusun agenda yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
Pemerintah provinsi menargetkan seluruh persiapan teknis rampung sebelum akhir Juli 2026. Koordinasi lintas pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan keseragaman kualitas acara di semua lokasi.
Dengan skala acara yang melibatkan sepuluh daerah sekaligus, Gebyar Semarak Merah Putih tahun ini menjadi salah satu perayaan HUT RI terbesar yang pernah digelar Pemprov Bengkulu dalam satu dekade terakhir.