TIDAR Bengkulu Gelar Pelatihan Kaderisasi di Bengkulu Tengah, Targetkan Lahirkan Pemimpin Muda Berintegritas

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:31:31 WIB
Pelatihan kaderisasi TIDAR Bengkulu Tengah bertujuan melahirkan pemimpin muda berintegritas.

BENGKULU TENGAH — Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Bengkulu menggelar Pelatihan Tunas 1 dan Tunas 2 di Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai bagian dari strategi kaderisasi politik jangka panjang. Kegiatan yang diikuti pengurus cabang se-Provinsi Bengkulu ini bertujuan mencetak pemimpin muda yang berkarakter dan siap menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan.

Filosofi Lima Cinta Jadi Fondasi Kader

Ketua Pengurus Daerah TIDAR Provinsi Bengkulu, Sandhy Cahyadi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi. Menurutnya, masa depan organisasi politik tidak ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan oleh kualitas kader yang lahir dari pembinaan berkelanjutan.

"Hari ini kita bukan sekadar mengikuti pelatihan. Hari ini kita sedang menyalakan api perjuangan. Organisasi tidak akan besar hanya karena jumlah anggotanya, tetapi karena kualitas kader yang dimiliki," ujar Sandhy dalam sambutannya.

Ia memperkenalkan filosofi Lima Cinta TIDAR sebagai fondasi pembentukan karakter kader. Lima nilai tersebut meliputi cinta diri, cinta sesama, cinta belajar, cinta kesantunan, dan cinta Indonesia yang menjadi pedoman dalam membangun kepemimpinan muda.

Kader Diminta Tak Jadikan Organisasi sebagai Kendaraan Pribadi

Sandhy mengingatkan agar seluruh kader tidak menjadikan organisasi sebagai kendaraan untuk mengejar kepentingan pribadi. "Jangan bertanya apa yang akan saya dapatkan dari organisasi. Tetapi tanyakanlah apa yang bisa saya berikan kepada masyarakat melalui TIDAR," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan seorang kader bukan diukur dari jabatan yang pernah diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat. Kader TIDAR harus mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan sehingga organisasi benar-benar hadir memberikan solusi bagi persoalan rakyat.

Jejaring Kader dari Aceh hingga Papua Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Pusat TIDAR, Idhan Alvi Sahrin, menilai kaderisasi juga menjadi ruang memperkuat jejaring politik dan sosial antargenerasi muda dari seluruh Indonesia. Jaringan yang terbentuk antarkader dari Aceh hingga Papua dapat membuka peluang kolaborasi, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun potensi ekonomi daerah.

"Melalui organisasi ini kita saling mengenal, saling belajar, bahkan bisa membangun peluang usaha bersama. Potensi daerah yang dimiliki kader dapat dikolaborasikan dengan daerah lain sehingga memberikan manfaat ekonomi," ujarnya.

Idhan juga menyoroti besarnya potensi generasi muda di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mencapai lebih dari 40 persen dari total jumlah penduduk. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal strategis dalam menyiapkan kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Bengkulu Tengah: Beri Ruang untuk Anak Muda Berinovasi

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pembina TIDAR Provinsi Bengkulu yang juga Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa generasi muda harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berinovasi, berkarya, dan mengembangkan potensi kepemimpinan.

"Yang kita butuhkan hari ini adalah keberanian memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan bakat yang mereka miliki," kata Rachmat.

Ia mengaku pengalaman aktif berorganisasi sejak usia muda menjadi modal penting dalam perjalanan politik hingga dipercaya memimpin Kabupaten Bengkulu Tengah. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kaderisasi dengan serius karena manfaatnya akan menjadi bekal dalam perjalanan kepemimpinan di masa depan.

Bengkulu Tengah Jadi Tuan Rumah, Perkuat Soliditas Organisasi

Ketua TIDAR Kabupaten Bengkulu Tengah, Ary Rahmad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah kegiatan. Ia berharap pelatihan tersebut mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus melahirkan kader-kader muda yang siap menjadi motor penggerak pembangunan di Bengkulu.

Pelatihan Tunas 1 dan Tunas 2 ini menjadi bagian dari langkah TIDAR Bengkulu memperkuat konsolidasi organisasi serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah maupun Indonesia.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: infonegeri.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top