BENGKULU — Sebanyak 13 item pajak dan retribusi akan diawasi ketat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai dari sektor akomodasi hingga opsen pajak kendaraan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap potensi penerimaan daerah tidak bocor dan berkontribusi maksimal terhadap pembangunan.
“Semua lini kita gerakkan agar kontribusinya terhadap pembangunan Kota Bengkulu bisa lebih optimal,” ujar Kepala Bapenda Kota Bengkulu Noni Yuliesti, Senin.
Bapenda Kota Bengkulu telah memetakan sektor-sektor prioritas yang akan dievaluasi secara berkala. Pengawasan tidak hanya menyasar pelaporan omzet, tetapi juga validitas data dan kepatuhan wajib pajak.
Selama ini, sejumlah sektor seperti pajak restoran dan parkir dinilai masih memiliki celah kebocoran yang signifikan. Dengan adanya pemutakhiran data dan pengawasan langsung di lapangan, Bapenda optimistis kesadaran wajib pajak akan meningkat.
“Dengan optimalisasi ini, kami optimistis kesadaran wajib pajak di Kota Bengkulu akan terus meningkat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” terang Noni.
Peningkatan PAD dari 13 sektor ini akan dialokasikan kembali untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan dasar di Kota Bengkulu.
Pemkot Bengkulu menargetkan realisasi PAD tahun ini bisa melampaui capaian tahun sebelumnya dengan pengawasan yang lebih ketat dan terintegrasi. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi fiskal daerah untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.