Kolaborasi Sibat Air Muring, PMI Bengkulu Utara, dan Yonif TP 847/VS Kumpulkan Puluhan Kantong Darah dalam Aksi Donor Massal

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:03:01 WIB

BENGKULU UTARA — Aksi sosial ini membuktikan sinergi lintas sektor berjalan efektif di tingkat desa. Kepala Desa Air Muring, M Soib, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan prajurit Yonif TP 847/VS dan pendampingan PMI Bengkulu Utara.

Menurut M Soib, donor darah sudah menjadi agenda rutin Sibat bersama Pemerintah Desa Air Muring. "Secara berkala, kami mengadakan donor darah sebagai bagian dari aksi sosial kemanusiaan," ujarnya.

Peran Sibat yang Eksis Sejak 2011

Komandan Sibat Desa Air Muring, Eko Sugiono, menambahkan bahwa tim relawannya terbentuk sejak 2011. Selama itu, Sibat menjadi kontribusi aktif relawan PMI di Bengkulu Utara.

Eko mengapresiasi peran PMI Bengkulu Utara yang konsisten mendampingi dan membina Sibat. "Pelatihan, pembinaan, sosialisasi, dan penguatan kapasitas relawan merupakan kebutuhan penting," kata Eko.

Penguatan SDM Relawan Jadi Prioritas

Eko menekankan pentingnya peningkatan kecakapan relawan. Menurutnya, kapasitas sumber daya manusia harus terus diasah agar respons darurat berjalan optimal.

Namun, ia mengakui sarana dan prasarana masih menjadi tantangan. "Tentunya kita sadari ini bakal kembali ke persoalan anggaran," ujarnya.

Kolaborasi yang Menarik Perhatian Akademisi

Peran aktif Pemerintah Desa Air Muring melalui Sibat menarik perhatian kalangan akademisi. Sejumlah dosen dari Universitas Bengkulu (Unib) telah menjadikan kegiatan ini sebagai objek penelitian doktoral.

Keberhasilan aksi donor darah massal ini diharapkan menjadi model kolaborasi di desa-desa lain di Bengkulu Utara. Sinergi antara pemerintah desa, relawan, TNI, dan PMI dinilai sebagai formula efektif untuk menjawab kebutuhan sosial di tingkat akar rumput.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: radarutara.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top