KOTA BENGKULU — Seorang pelaku UMKM, Kevin, mengaku dagangannya selalu habis tak bersisa di setiap sesi Festival Pantai Panjang 2026. "Saya sampai harus menambah stok terus-menerus dan hebatnya tetap habis tak bersisa. Event ini benar-benar memberikan dampak nyata yang luar biasa bagi ekonomi kami," ujarnya, Jumat malam (24/7/26).
Hal serupa diakui Oki, pedagang lain yang berjualan di area festival. Ia menyebut selama tiga sesi — pagi, siang, malam — seluruh produk dagangan ludes. "Alhamdulillah selalu habis. Saya harus menambah stok terus," katanya sambil memperlihatkan lapak yang kosong.
Pantauan di lokasi menunjukkan setiap lapak pedagang dipadati pengunjung. Ribuan warga memadati kawasan festival sejak pagi hingga malam hari, membuat permintaan melonjak tajam. Para pelaku usaha kewalahan melayani pembeli, bahkan harus menambah pasokan barang hingga berkali-kali lipat.
Kehadiran ribuan pengunjung menjadi motor utama perputaran uang di acara tersebut. Dinas Pariwisata Kota Bengkulu mencatat sekitar 200 UMKM terlibat dalam festival yang berlangsung selama tiga sesi dalam sehari. Omset mereka meroket signifikan sejak hari pertama.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu membuktikan bahwa festival pariwisata tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga instrumen efektif untuk mendorong perputaran ekonomi secara masif. Pemerintah kota disebut telah menyiapkan fasilitas dan manajemen acara yang rapi.
Kevin dan Oki menyampaikan terima kasih kepada Walikota Dedy, Wawali Ronny, dan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. "Kami sangat berterima kasih kepada Walikota Dedy, Wawali Ronny, dan terkhusus Dinas Pariwisata Kota Bengkulu yang telah memfasilitasi kami para pelaku UMKM untuk berjualan di event besar ini," ucap Kevin.
Dukungan pemkot dinilai menjadi faktor kunci meningkatnya omzet para pedagang kreatif. Festival Pantai Panjang 2026 diyakini menciptakan pariwisata berbasis kerakyatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.(*)