BENGKULU — Emil Reza Satyagraha, alumnus SMA Negeri 5 Bengkulu angkatan 2002, resmi memimpin Ikatan Alumni (IKA) Cendana untuk masa bakti 2026–2029. Penetapan berlangsung dalam forum musyawarah alumni di Aula SMAN 5 Kota Bengkulu, Sabtu (1/8/2026), dengan semangat kebersamaan lintas generasi.
Dalam sambutan perdananya, Emil menegaskan arah kepemimpinannya bukan sekadar melanjutkan roda organisasi, melainkan memastikan program yang sudah berjalan berjalan konsisten sebelum melahirkan inovasi baru. Ia menyebut pengalaman berorganisasi selama di bangku sekolah menjadi bekal utama memimpin perkumpulan alumni.
"Saya berkembang di SMA Negeri 5. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler. Pengalaman itulah yang membentuk diri saya hingga sekarang," ujarnya.
Emil bukan nama baru di dunia organisasi Bengkulu. Seusai menempuh pendidikan, ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan olahraga, dan kini dipercaya memimpin Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Bengkulu. Selama bersekolah, ia tercatat aktif di klub bahasa Inggris yang sempat mewakili sekolah hingga tingkat nasional.
Keterikatan emosional dengan almamater menjadi alasan utama pria yang akrab dengan dunia kepemudaan ini bersedia maju. Ia ingin mengabdikan kapasitas organisasinya untuk membangun IKA Cendana yang lebih solid dan produktif.
Di bawah kepemimpinannya, agenda pengajian dan wisata religi yang selama ini berjalan akan tetap dipertahankan. Emil menilai kegiatan keagamaan ini menjadi wadah silaturahmi yang positif bagi seluruh anggota.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi alumni yang tertimpa musibah atau duka. Menurutnya, semangat gotong royong adalah identitas keluarga besar IKA Cendana yang harus dijaga, termasuk bagi alumni yang belum tergabung dalam organisasi.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang dicanangkan Emil adalah mengaktifkan kembali kegiatan kebersamaan alumni yang sempat vakum. Puncaknya, ia menargetkan penyelenggaraan Reuni Akbar IKA Cendana paling cepat pada tahun 2027.
"Kami siap menerima arahan, masukan, dan bimbingan dari seluruh senior maupun alumni lintas angkatan. Mari bersama-sama membangun IKA Cendana menjadi organisasi yang semakin solid, bermanfaat, dan membanggakan almamater," tutup Emil.
Reuni akbar ini tidak hanya dirancang sebagai ajang temu kangen, tetapi juga momentum membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan organisasi kepemudaan. Manfaatnya diharapkan kembali ke sekolah.
Untuk siswa yang masih aktif belajar, Emil berencana menghadirkan seminar vokasi, kewirausahaan, dan pengembangan UMKM dengan alumni dari berbagai profesi sebagai narasumber. Program ini bertujuan membekali siswa dengan wawasan dunia pendidikan, pekerjaan, dan bisnis sejak dini.