BENGKULU — Wakil Presiden Eksekutif Samsung sekaligus Kepala Tim Desain Mobile, Hubert Lee, angkat bicara soal perubahan bentuk Galaxy Z Fold 8 yang sempat menjadi perbincangan hangat. Dalam wawancara terbaru di Samsung Newsroom, Lee menjelaskan bahwa filosofi desain ini berasal dari data penggunaan pengguna selama tujuh generasi perangkat lipat.
"Tidak ada satu perangkat lipat pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan," ujar Lee. Sebagian pengguna mengutamakan produktivitas dan multitasking, sementara yang lain lebih mementingkan portabilitas.
Perubahan paling mencolok ada pada rasio layar Galaxy Z Fold 8 yang kini lebih lebar dan pendek. Lee mengungkapkan bahwa desain ini sengaja meniru bentuk paspor, sebuah objek yang dirancang untuk mudah dibawa, digenggam satu tangan, dan dibaca sekilas.
Dengan bentuk baru ini, Samsung berharap pengguna bisa memakai layar depan tanpa harus membuka perangkat terlalu sering. Ini juga menjadi pembeda utama dari generasi sebelumnya yang cenderung tinggi dan sempit.
Selain bentuk, Samsung memberi perhatian khusus pada pemilihan warna untuk lini lipat terbarunya. Warna Violet Shadow pada Galaxy Z Fold 8 Ultra disebut Lee sebagai pilihan yang chic dan sophisticated, sementara Lavender di Fold 8 standar digambarkan lebih segar dan lembut.
Untuk Galaxy Z Flip 8, warna Pink dipilih untuk memberikan energi yang lebih hidup dan playful. Menariknya, Samsung tidak menyebut sama sekali soal varian hijau yang selama ini menjadi favorit penggemar.
Percakapan kemudian beralih ke Galaxy Watch 9 yang masih mempertahankan desain cushion, atau lingkaran di atas kotak, yang sempat menuai pro dan kontra sejak debut di Watch 8 tahun lalu. Lee menyebut desain ini sebagai pusat identitas jam tangan Samsung.
"Lebih dari sekadar bentuk, desain ini mendefinisikan identitas watch dengan menyeimbangkan kehadiran dan kelembutan, presisi dan kenyamanan," kata Lee. Untuk Galaxy Watch Ultra 2, Samsung menyatukan layar, bezel, dan bodi cushion dalam satu bentuk yang lebih mulus.
Samsung juga menyempurnakan jarak dan pemisahan taktil antar tombol agar lebih mudah dibedakan tanpa melihat layar. Struktur kantong udara baru pada tali jam disebut membuatnya lebih ringan, tipis, dan nyaman dipakai.
Perubahan bentuk Fold 8 ini datang di saat persaingan pasar lipat semakin ketat, termasuk hadirnya kompetitor dari Apple yang dikabarkan menyiapkan perangkat lipat pertama mereka. Meski Samsung tidak secara eksplisit menyebut Apple, langkah diversifikasi bentuk ini terlihat sebagai upaya memperluas pangsa pasar.
Bagi pengguna Indonesia yang sudah terbiasa dengan rasio layar tinggi di Fold generasi sebelumnya, bentuk baru ini butuh adaptasi. Namun jika prioritas utama adalah kemudahan digenggam dan dibawa, Fold 8 menawarkan pendekatan yang berbeda dari pendahulunya.
Galaxy Z Fold 8 cocok untuk pengguna yang sering multitasking di layar besar tapi tetap menginginkan perangkat yang nyaman digunakan satu tangan. Sementara itu, pengguna yang lebih mementingkan pengalaman menonton video atau membaca dengan layar tinggi mungkin perlu mempertimbangkan lagi sebelum beralih.