Review Honda Super-ONE: EV Kompak yang Serius Main ke DNA Sport, Tapi Ada

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:33:31 WIB
Honda Super-ONE dipamerkan dengan desain agresif dan postur bodi rendah di ajang pameran otomotif.

BENGKULU — Honda selama ini dikenal dengan mesin bertenaga, terutama lewat lini Type R dan si kecil S660. Kini, lewat Super-ONE, pabrikan asal Jepang itu mencoba menerjemahkan filosofi Joy of Driving ke dalam paket kendaraan listrik (EV). Bukan cuma soal efisiensi, mereka ingin pengemudi tetap merasakan getaran emosional saat memacu pedal—sesuatu yang sering hilang di mobil listrik kebanyakan.

Desain Agresif yang Beda dari EV Kompak Lainnya

Dari segi tampang, Super-ONE jelas tidak mau disamakan dengan mobil listrik perkotaan yang mungil dan imut. Basisnya memakai platform ringan seri N milik Honda, tapi sudah dirombak total. Track roda dibuat lebih lebar dan postur bodi diturunkan, memberi kesan siap tempur.

Kesan pocket rocket makin kuat berkat fender yang mengembung dan ban berprofil lebar. Secara visual, mobil ini berdiri sendiri—bukan cuma versi listrik dari mobil bensin yang sudah ada.

Interior Driver-Oriented dan Fitur Simulasi yang Bikin Greget

Masuk ke kabin, fokus utamanya jelas ke pengemudi. Jok sport ergonomis dengan desain asimetris dan dashboard horizontal dirancang untuk memaksimalkan visibilitas. Tapi yang paling menarik perhatian adalah hadirnya Triple Meter interaktif dan mode Boost Mode yang bisa mendongkrak tenaga motor listrik secara instan untuk akselerasi lebih responsif.

Ini yang jadi pembeda utama. Honda sadar para penggemar mobil bensin (petrolhead) mungkin rindu sensasi pindah gigi dan suara mesin. Karena itu, Super-ONE dibekali simulasi transmisi virtual 7-percepatan dan sistem audio yang mereplikasi suara mesin buatan. Secara emosional, ini bisa jadi jembatan antara dunia konvensional dan elektrifikasi.

Jarak Tempuh dan Pengisian Daya: Cukup untuk Harian?

Bicara soal kepraktisan, bahan yang kami terima menyebut estimasi jarak tempuh yang "memadai untuk penggunaan harian" dan dukungan pengisian cepat DC. Sayangnya, belum ada angka pasti soal kapasitas baterai dalam kWh maupun jarak tempuh dalam kilometer.

Untuk mobilitas perkotaan, ini terdengar menjanjikan. Namun, tanpa data konkret, sulit menilai apakah Super-ONE bisa diandalkan untuk perjalanan luar kota atau tidak.

Yang Perlu Anda Perhatikan Sebelum Berminat

Ada beberapa catatan penting yang harus diluruskan. Pertama, statusnya masih konsep. Belum ada kepastian kapan produksi massal dimulai atau apakah akan dijual di Indonesia. Kedua, tidak ada informasi harga sama sekali. Jika akhirnya diproduksi, posisinya akan menarik—apakah lebih murah dari kompetitor seperti Wuling Air ev atau justru menyasar segmen atas?

Terakhir, soal simulasi suara mesin. Ini subjektif. Sebagian orang akan menyukainya, sebagian lain menganggapnya tidak natural dan justru mengganggu. Ini bukan kekurangan teknis, tapi preferensi pribadi yang perlu Anda coba langsung.

Kesimpulan: Konsep Menarik, Tapi Jangan Buru-buru

Honda Super-ONE adalah pernyataan berani bahwa EV tidak harus membosankan. Desainnya agresif, fiturnya inovatif, dan pendekatannya terhadap pengalaman berkendara patut diacungi jempol. Namun, sebagai calon pembeli yang akan mengeluarkan uang puluhan juta, Anda sebaiknya menunggu detail lebih lanjut—terutama soal harga, spesifikasi final, dan ketersediaan di pasar Indonesia.

Untuk saat ini, Super-ONE adalah konsep yang menjanjikan dengan eksekusi yang menarik, bukan produk yang siap Anda beli.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top