Pencarian

Uji Jarak Tempuh Motor Listrik VinFast EVO, Feliz II, dan Viper di Rute Pegunungan Malang: Infrastruktur Hampir Setara SPBU

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 16:47:31 WIB
Uji Jarak Tempuh Motor Listrik VinFast EVO, Feliz II, dan Viper di Rute Pegunungan Malang: Infrastruktur Hampir Setara SPBU
Rombongan penguji melintasi tanjakan di jalur Pujon menuju Kota Batu dengan motor listrik VinFast EVO, Feliz II, dan Viper.

BENGKULU — Pengujian ini bukan dilakukan di jalur datar Jakarta yang sudah ramah infrastruktur. Kami justru membawa ketiga motor listrik VinFast ke jalur menantang: dari Kecamatan Pujon (elevasi 1.100–1.200 mdpl) turun ke Kota Batu, berakhir di Kota Malang. Rutenya campuran jalan pegunungan, tikungan, dan kemacetan urban—skenario paling buruk untuk motor listrik karena tanjakan menguras baterai lebih cepat.

Parameternya kami samakan dengan rutinitas redaksi: 28 km pergi dan 28 km pulang, total 56 km per hari selama lima hari kerja. Ini bukan sekadar uji jarak tempuh, tapi simulasi apakah motor listrik benar-benar bisa menggantikan motor bensin tanpa mengubah kebiasaan berkendara.

Battery Swap V-Green: Jumlah Hampir Setara SPBU, Sebarannya Justru Lebih Masuk Akal

Kekhawatiran terbesar pemilik motor listrik selalu soal infrastruktur. Survei Populix terhadap 350 pengguna kendaraan listrik di Jakarta mencatat 65 persen responden cemas soal daya tahan baterai, 61 persen soal jarak tempuh, dan 43 persen soal fasilitas charging. Kami menguji langsung apakah ketakutan itu relevan di luar Jabodetabek.

Sepanjang rute Pujon–Batu–Malang, kami menemukan 8 titik battery swap station (BBS) V-Green. Sebagai pembanding, SPBU Pertamina di jalur yang sama berjumlah 10 unit. Selisihnya tipis, tapi yang lebih penting adalah polanya: titik BBS tidak menumpuk di satu kawasan, selalu ada opsi berikutnya dalam beberapa kilometer.

Lokasinya juga tidak tersembunyi. Kami menemukan BBS di Kantor Pos Kecamatan Pujon, dua outlet Planet Ban di Jalan Agus Salim dan Jalan Ir. Soekarno, serta convenience store Lawson di dekat Perumahan Araya. Ini poin penting: battery swap tidak mengharuskan kamu pulang ke rumah untuk charging—cukup singgah di minimarket.

Regenerative Braking di Turunan Pujon: Baterai Justru Terisi Saat Meluncur

Rute pagi dari Pujon menuju Kota Batu diselimuti kabut dengan kondisi jalan menurun. Di sinilah keunggulan e-motorcycle VinFast terasa: regenerative braking mengubah energi kinetik menjadi listrik, sehingga baterai perlahan terisi tanpa kamu melakukan apa-apa. Ini bukan fitur gimmick—di jalur pegunungan, sistem ini secara nyata menambah jarak tempuh sebelum tiba di titik swap berikutnya.

Untuk pengguna yang rumahnya di dataran tinggi, fitur ini mengubah perhitungan biaya operasional. Motor bensin tetap membakar bahan bakar di turunan, sementara motor listrik justru memulihkan sebagian energinya.

Skema Daily Riding: Apakah 56 Km Sehari Realistis Tanpa Swap?

Jawaban singkatnya: ya, tapi dengan catatan. Untuk pemakaian commuter murni, baterai penuh sanggup menempuh jarak tersebut tanpa perlu mampir ke BBS. Namun kami sarankan jangan pernah menempuh rute di atas 70 persen kapasitas baterai tanpa mengetahui lokasi BBS terdekat—ini bukan soal motor listriknya, tapi soal mental.

Yang membuat skema ini menarik justru biaya operasionalnya. Dengan skema battery swap, kamu tidak perlu membeli baterai baru saat kapasitasnya menurun—cukup tukar di stasiun. Ini menghilangkan salah satu biaya terbesar kepemilikan motor listrik: degradasi baterai jangka panjang.

V-Green Targetkan 2.000 Titik BBS: Angka yang Mengubah Permainan di Pulau Jawa

V-Green menargetkan pemasangan 2.000 titik BBS di Jabodetabek dan Pulau Jawa. Angka ini bukan isapan jempol—pada 19 Mei 2026, PT VGreen Global Charging Station Investment Indonesia menandatangani MoU dengan MPStore (PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk/MPIX) untuk membangun hingga 20.000 unit stasiun penukaran baterai di jaringan properti nasional.

Kalau target ini terealisasi, kepadatan BBS akan melampaui SPBU di banyak kota. Ini menjawab langsung kekhawatiran 42 persen responden Populix soal lokasi stasiun pengisian yang dinilai masih terbatas.

Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Membeli

Kami tidak akan menutup-nutupi kelemahan. Pertama, meskipun jumlah BBS sudah hampir setara SPBU, belum semua titik di peta resmi VinFast benar-benar beroperasi. Kami harus menggabungkan pengecekan website, pengamatan lapangan, dan media sosial untuk memastikan stasiun mana yang aktif. Ini pekerjaan rumah yang harus dibereskan V-Green.

Kedua, skema battery swap mengikat kamu pada ekosistem VinFast. Kalau kamu tinggal di daerah yang belum terjangkau BBS, motor listrik ini kehilangan daya tarik utamanya. Pastikan dulu stasiun swap tersedia di rute harianmu sebelum membeli.

Ketiga, motor listrik tetap bukan pilihan untuk perjalanan jarak jauh tanpa perencanaan. Kalau kamu sering riding weekend ke luar kota tanpa riset rute, motor bensin masih lebih praktis.

Verdict: Siap Gantikan Motor Bensin untuk Daily Commuter, Tapi Bukan untuk Semua Orang

Setelah menjalani simulasi ini, kami yakin e-motorcycle VinFast layak dipertimbangkan serius untuk pengguna dengan pola commuter harian di kota-kota yang sudah memiliki infrastruktur BBS. Biaya operasional lebih rendah, fitur regenerative braking bekerja efektif di medan menantang, dan ekosistem swap-nya sedang dibangun agresif.

Motor listrik ini cocok untuk kamu yang punya rute tetap, tinggal di area dengan BBS terjangkau, dan ingin memangkas biaya harian. Tapi kalau mobilitasmu tidak terduga, sering ke luar kota, atau daerahmu belum tersentuh V-Green, motor bensin masih menjadi pilihan lebih rasional. Jangan beli motor listrik hanya karena tren—beli karena infrastruktur di sekitarmu sudah siap.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otosia.liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks