BENGKULU TENGAH — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkenalkan program pendidikan anak usia dini (PAUD) bertajuk "Bunda Menyapa" yang disebut sebagai salah satu yang terdepan di Indonesia. Berbeda dari program seremonial pada umumnya, inovasi ini menghadirkan sistem pembinaan terencana yang menyentuh aspek karakter, kesehatan, dan kebahagiaan anak secara bersamaan.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, Miftahul Huda, mengungkapkan bahwa program ini mengharmoniskan tujuh elemen utama dalam satu rangkaian kegiatan komprehensif. Rangkaian tersebut dimulai dari upacara bendera setiap hari Senin yang melibatkan Bunda PAUD dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa sebagai pembina upacara.
Setelah upacara, para Bunda PAUD akan menyambut kedatangan siswa dengan gerakan "Salam dan Sapa". Momen ini dirancang untuk memberikan rasa aman secara emosional sebelum anak memasuki ruang kelas.
"Momen ini menjadi waktu yang berarti bagi anak-anak untuk merasakan kasih sayang melalui tos, pelukan, atau ciuman sebelum memasuki kelas, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman secara emosional," jelas Miftahul Huda.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi mendongeng yang sarat nilai edukasi untuk merangsang imajinasi dan kemampuan bahasa anak.
Program ini juga menggandeng Dinas Kesehatan melalui Puskesmas terdekat untuk melaksanakan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK). Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, serta pengecekan aspek motorik dan numerik anak.
Asupan gizi anak turut dipantau secara ketat melalui pengawasan pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG). Usai makan, anak-anak diajak bermain sambil mengenal berbagai profesi seperti TNI, Polri, Damkar, hingga wartawan. Pengenalan ini bertujuan memberikan edukasi praktis mengenai keselamatan dan peran masyarakat.
Miftahul Huda menambahkan, pelaksanaan program ini telah diuji coba di TK Satap Padang dan TK Satap Pondok Kubang pada bulan Mei lalu. Namun, penerapan secara menyeluruh sengaja ditunda untuk memberi ruang adaptasi bagi anak-anak di tahun ajaran baru.
"Kami menunda penerapan penuh karena anak-anak PAUD masih dalam tahap penyesuaian di awal tahun ajaran. Kami ingin mereka bisa belajar dan beradaptasi terlebih dahulu selama dua bulan pertama. Setelah itu, baru program 'Bunda Menyapa' akan diterapkan secara menyeluruh agar hasilnya benar-benar optimal," tegas Miftahul Huda.
Melalui "Bunda Menyapa", Pemkab Bengkulu Tengah berharap pendidikan PAUD tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga membangun fondasi karakter dan kesehatan anak. Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini secara menyeluruh dan berkelanjutan.