BENGKULU TENGAH — Kepala Dispora Bengkulu Tengah, Desi Murdianti, menegaskan bahwa perencanaan yang matang menjadi kunci utama kesuksesan acara. “Kita ingin perlombaan berjalan meriah, aman, dan adil. Standar teknis dan kepanitiaan harus jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih tugas antar-OPD,” ujar Desi dalam keterangannya, Rabu.
Pembahasan Teknis: Jadwal, Anggaran, dan Protokol Keselamatan
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam rapat meliputi jadwal lomba, alokasi anggaran operasional, kebutuhan logistik, hingga pengamanan acara. Dispora juga menekankan penerapan protokol keselamatan bagi peserta sebagai prioritas utama. “Kami mendorong peran aktif kecamatan, kelurahan, serta organisasi pemuda agar kegiatan ini benar-benar menjadi pesta rakyat,” tambah Desi.
Kategori Lomba Tradisional dan Posko Informasi Dibuka
Panitia merumuskan kriteria pemenang, mekanisme pendaftaran, dan persyaratan usia peserta untuk setiap cabang lomba. Menariknya, ada wacana penambahan kategori lomba tradisional yang bersifat kultural sebagai upaya melestarikan warisan lokal Bengkulu Tengah. Untuk memudahkan koordinasi, Dispora telah membuka posko informasi yang siap menerima pertanyaan dan pendaftaran masyarakat.
Transparansi Anggaran dan Evaluasi Pasca-Kegiatan
Rapat juga menegaskan pentingnya transparansi penggunaan anggaran serta rencana evaluasi pasca-kegiatan untuk perbaikan penyelenggaraan tahun berikutnya. Sekretaris panitia menyatakan bahwa seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) akan dipublikasikan dua pekan sebelum hari-H pelaksanaan. Langkah ini diambil untuk memastikan semua pihak memahami aturan main sejak awal.
Dengan perencanaan yang lebih rapi, Dispora berharap pelaksanaan lomba HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi ajang seremonial. “Target kami bukan hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga,” tutup Desi. Rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung di beberapa titik di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Agustus mendatang.