Hands-on Alexa+ di Australia: Asisten AI Amazon Makin Cerdas, Tapi Harga Langganannya Janggal

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:11:01 WIB
Wartawan mencoba langsung asisten AI Alexa+ dalam media briefing Amazon di Australia.

BENGKULU — Setelah debut di Amerika Serikat akhir tahun lalu, Alexa+ akhirnya mendarat di Australia. Saya sempat menghadiri media briefing Amazon dan mencoba langsung beberapa skenario penggunaan. Kesan awal saya: peningkatannya signifikan, tapi belum cukup untuk membuat saya langsung percaya menyerahkan kendali rumah dan jadwal harian ke asisten virtual.

Alih-alih sekadar menjawab pertanyaan cuaca atau memutar playlist, Alexa+ kini dibangun di atas platform Bedrock generative-AI milik Amazon. Sistem ini menggabungkan beberapa large language model (LLM), termasuk model Nova buatan Amazon sendiri dan model dari Anthropic. Kombinasi ini yang membuat Alexa+ lebih paham kalimat setengah jadi, bahasa sehari-hari, dan nada bicara pengguna.

Kemampuan Baru: Dari Atur Jadwal sampai Bisa Nyletuk

Perbedaan paling terasa ada di dua hal. Pertama, Alexa+ tidak lagi butuh kata kunci "Alexa" untuk memulai percakapan — asisten ini bisa memulai obrolan sendiri. Kedua, ada memori jangka panjang yang tersimpan. Amazon mengklaim asisten ini mengingat preferensi pengguna, seperti alergi makanan atau jam tidur anak, lalu memakai data itu untuk memberi saran.

Dalam demo yang saya lihat, Alexa+ terhubung ke hampir semua perangkat smart home, mengotomatiskan rutinitas harian, membalas email, menyusun daftar belanja, sampai memesan meja restoran. Untuk pasar Australia, Amazon menyematkan aksen lokal, akses ke portal berita setempat, dan kemampuan merespons dengan gaya bicara yang lebih santai — lengkap dengan slang khas Aussie.

Dari sisi teknis, ini lompatan besar dibandingkan generasi sebelumnya. Tapi pertanyaannya bukan cuma "bisa apa", melainkan "berani percaya enggak".

Harga Langganan yang Membingungkan: AU$29,99 vs AU$9,99

Amazon jelas berniat memonetisasi Alexa+. Setelah periode akses awal berakhir, langganan Alexa+ akan disertakan dalam keanggotaan Prime yang dibanderol AU$9,99 per bulan. Namun jika tidak berlangganan Prime, Anda harus membayar AU$29,99 per bulan untuk Alexa+.

Angka ini janggal. Anda bisa berlangganan Prime yang mencakup Alexa+ plus gratis ongkos kirim dan akses Prime Video, hanya dengan sepertiga harga langganan standalone. Amazon sepertinya sengaja membuat harga ini tidak masuk akal supaya orang terdorong beralih ke Prime — tapi bagi yang sudah punya Prime, fitur ini jadi "gratis" dan nilai tambahnya terasa besar.

Kekhawatiran Privasi: Kontrol Ada, Tapi Rasa Tidak Nyaman Tetap Ada

Saya akui, bagian ini yang bikin saya paling skeptis. Ide soal data percakapan pribadi, kebiasaan harian, dan isi email yang diproses untuk melatih AI — meski sudah ada pengaturan privasi — tetap terasa mengganggu. Amazon menyediakan dashboard privasi khusus, di mana pengguna bisa mendengar rekaman suara yang ditangkap, menghapus riwayat chat, mengatur lama penyimpanan data, dan mematikan mikrofon kapan saja.

Safeguard ini patut diapresiasi, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan keresahan. Faktanya, untuk memakai semua fitur canggih Alexa+, Anda harus memberi akses ke data yang cukup dalam. Bagi sebagian orang ini mungkin bukan masalah. Buat saya, ini masih menjadi pertimbangan besar sebelum memutuskan memakai Alexa+ sebagai "asisten pribadi" yang mengatur hidup.

Yang Perlu Diuji Lebih Lama

Beberapa hal yang saya catat untuk pengujian lanjutan: seberapa akurat Alexa+ memahami aksen dan slang lokal Indonesia (karena versi Australia jelas disetel untuk pasar mereka), seberapa cepat responsnya di lingkungan rumah dengan banyak perangkat terhubung, dan apakah memori jangka panjangnya benar-benar bekerja tanpa kesalahan interpretasi.

Untuk sekarang, akses awal Alexa+ bisa dicoba oleh pemilik perangkat Echo yang memenuhi syarat di Australia. Pengguna bisa mendaftarkan perangkat yang sudah dimiliki atau membeli Echo baru melalui situs resmi Amazon. Saya akan menghabiskan beberapa minggu ke depan memakai Echo Show 8 bersama Alexa+ dan akan melaporkan pengalaman lengkapnya. Kesimpulan awal saya: potensinya besar, tapi keputusan untuk memakainya bergantung pada seberapa nyaman Anda menukar privasi dengan kemudahan.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top