Pencarian

BMKG Bengkulu Waspadai Karhutla Saat Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026, El Nino Diprediksi Makin Kuat

Jumat, 31 Juli 2026 • 16:34:01 WIB
BMKG Bengkulu Waspadai Karhutla Saat Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026, El Nino Diprediksi Makin Kuat
Petugas BMKG mengimbau warga tidak membakar lahan maupun sampah saat puncak kemarau Juli-Agustus 2026.

KOTA BENGKULU — Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu Pungki Saiful Akbar meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi lingkungan yang kering dan angin kencang membuat api berpotensi merambat dengan cepat ke permukiman maupun kawasan hutan.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena api dapat dengan cepat merambat saat kondisi angin kencang dan lingkungan dalam keadaan kering," kata Pungki di Kota Bengkulu, Jumat.

El Nino Kuat Picu Kemarau Lebih Kering dari Tahun Lalu

Musim kemarau di Bengkulu sejatinya telah berlangsung sejak Juni dan diprediksi berlanjut hingga Oktober 2026. Pungki menerangkan, fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori kuat diperkirakan meningkat menjadi sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan.

Dampaknya, curah hujan akan berkurang signifikan. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah sekaligus memperparah potensi titik api di lahan gambut dan semak belukar.

Larangan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Pungki menegaskan, pemicu karhutla tak hanya berasal dari pembakaran lahan. Puntung rokok yang masih menyala dan dibuang di area berumput atau lahan kering juga berpotensi memicu kebakaran yang meluas.

Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini perlu dilakukan apabila kualitas udara menurun akibat kabut asap yang muncul sebagai dampak kebakaran selama musim kemarau.

Suhu Malam Lebih Dingin dan Imbauan Hemat Air

Selain ancaman kebakaran, Pungki menyebut minimnya tutupan awan membuat suhu udara pada malam hari terasa lebih dingin. Di sisi lain, berkurangnya intensitas hujan berpotensi menurunkan cadangan air di berbagai tempat penampungan, termasuk sumur warga.

"Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak," sebutnya. Imbauan ini menjadi penting mengingat puncak kekeringan diprediksi terjadi pada dua bulan ke depan, saat kebutuhan air bersih biasanya meningkat.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks